Beerita.id – “Catat kata-kata saya. Suatu saat akan ada kombinasi mobil dan pesawat yang mungkin akan Anda tertawakan sekarang,” ucap pendiri Ford Motor, USA, Henry Ford saat proyek Sky Fiver dikerjakan kembali tahun 1940. 

Proyek tersebut merupakan teknologi masa depan di bidang transportasi yakni menggabungkan kendaraan darat dan udara, atau yang getol ia perkenalkan sebagai mobil terbang. Sebenarnya Ford telah lama mengerjakan teknologi mobil terbang, tetapi proyek itu harus tertunda akibat kecelakaan pada sang pilot saat test drive Sky Fiver pada tahun 1926.

Foto en.wikipedia.org

Tak menyerah pada kegagalan, masih di tahun 1940, percobaan serupa dilakukan. Ford kembali memproduksi mobil terbang yang diberi nama Jess Dixon’s Flying Auto. Mobil ini dikabarkan dapat melaju dengan kecepatan 160 kilometer/jam di udara. Pada 1956, studio pengembangan desain Ford membangun Volante Tri-Athodyne, sebuah model mobil konsep dengan skala 3/8. Sayangnya, tak ada kelanjutan berarti dalam proyek tersebut.

Setahun kemudian, sebuah pabrik pesawat terbang Amerika Serikat, Hiller Aircraft, dikabarkan tengah mencoba mewujudkan impian tersebut. Namun, tak ada kelanjutan mengenai rumor ini. Sejak itu, beberapa percobaan juga dilakukan oleh beberapa sipil dan perusahaan otomotif untuk mewujudkan impian menciptakan mobil terbang.

Enam dekade berlalu, kini mobil terbang bukan hanya sebuah teknologi yang sulit dikembangkan. Sebab, banyak perusahaan yang telah melakukan penyempurnaan agar mobil terbang terealisasikan.

Foto en.wikipedia.org

Pertama adalah prototype Xplorair PX200 yang dibuat oleh insinyur luar angkasa Perancis, Michel Aguilar tahun 2002. Pensiunan DGA (Direction Générale de l’Armement) itu menciptakan kendaraan berdasarkan efek Coandă yang memungkinkan teknologi VTOL (Vertical Take Off and Landing). Hasil penelitian Aguilar adalah Xplorair PX200. Desainnya yang mirip kendaraan Bulma di film kartun Dragon Ball ini sempat dipamerkan pada Paris Air Show 2013. Kendaraan ini dijadwalkan untuk lepas landas saat Paris Airshow 2017 mendatang, namun tanpa manusia di dalamnya.

Prototipe yang bisa digunakan mengangkut manusia ditargetkan selesai pada 2020 dan akan disertifikasi untuk selanjutnya dijual pada masyarakat sebelum 2030. Harganya berkisar antara 60 ribu hingga 120 ribu dolar Amerika. 

Foto en.wikipedia.org

Kemudian ada, PAL-V One yang tampak mengadaptasi kendaraan roda tiga seperti bajaj apabila berada di darat. Mobil itu dapat berjalan dengan kecepatan 180 km/jam. Ketika berbelok, kondisi penggeraknya yang beroda tiga membuat ia harus agak miring seperti sepeda motor.

Di udara, PAL-V One berubah menjadi helikopter dan sanggup terbang hingga ketinggian 1.200 meter. Anda tidak perlu khawatir akan tersasar. Hal itu karena mobil terbang ini juga dilengkapi dengan GPS sehingga sangat membantu dalam hal navigasi di udara. 

Foto en.wikipedia.org

Terakhir adalah Aeromobil yang memiliki bentuk paling sesuai dengan istilah mobil terbang. prototipe mobil buatan Slovakia itu didesain oleh Štefan Klein dan terbang perdana pada tahun 2013. Kata firma pembuatnya, Aeromobil adalah sebuah mobil terbang yang benar-benar dibuat dengan memenuhi fungsi mobil yang bisa terbang. 

Mengapa bisa demikian?

Ketika digunakan di darat, Aeromobil memiliki dimensi layaknya mobil sehingga ‘muat’ untuk diparkir di tempat parkir umum. Ia juga bisa diisi bensin layaknya di berbagai pom bensin sehingga tidak membutuhkan stasiun pengisian bahan bakar khusus. 

Ketika digunakan di udara, Aeromobil akan membentangkan sayapnya. Ia pun dapat berfungsi layaknya sebuah pesawat terbang.