Beerita.id – Tahun 2019 ini pengembang properti PT Ciputra Tbk akan menghadirkan tiga proyek baru di Jawa Timur. Yakni CitraLand Driyorejo CBD, CitraLand Puncak Tidar Malang, dan satu lagi proyek di Kedamean Gresik.

Senior Director PT Ciputra Tbk, Sutoto Yakobus mengatakan, pihaknya mengembangkan proyek di luar Surabaya, mengingat kian menipisnya ketersediaan lahan di Kota Pahlawan. Untuk proyek di Driyorejo dan Kedamean Gresik, akan menyasar segmen menengah, sedang di Malang menyasar segmen menengah atas.

“Citraland Driyorejo CBD akan diluncurkan dan dimulai penjualannya usai Lebaran 2019 nanti,” ujarnya di sela acara buka bersama dengan media di Ciputra World Surabaya Hotel.

Sutoto memaparkan, khusus untuk CitraLand Driyorejo CBD akan dibangun di lahan seluas 12 hektare. Nantinya akan ada 400 unit rumah, 200 unit ruko, dua tower apartemen, serta dikelilingi area komersial.

“Lokasinya sangat strategis karena masih dekat dengan Surabaya, dan hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari gerbang tol Driyorejo. Sehingga memiliki nilai investasi yang menarik,” jelas Sutoto.

Ilustrasi. FOTO : dok kabarbisnis

Sementara untuk CitraLand Puncak Tidar Malang, memiliki total luas areal 40 hektare di tahap I, dan akan dibangun township untuk hunian dan area komersial. Proyek ini akan diluncurkan sekitar Agustus atau September 2019 dengan menggandeng perusahaan properti PT Podo Joyo Masyhur (PJM).

Sedang proyek di Kedamean, pihaknya belum bisa menyebut nama yang akan dipakai. Hanya saja, luas lahan yang akan dikembangkan mencapai 1000 hektare, dimana pada tahap I akan dikembangkan seluas 200 hektare. Dari luas lahan ini, 20 hektare akan diperuntukkan area komersial, dan 180 hektare untuk hunian segmen menengah.

“Kita menyambut pembangunan infrastruktur tol Legundi dan Manyar Gresik. Karena lokasinya hanya sekitar 2 kilometer,” ulasnya.

Sutoto Yakobus (tengah). FOTO : dok.radarsurabaya

Sutoto optimistis ketiga proyek baru tersebut akan diserap pasar, sehingga bisa mendongkrak kinerja dan penjualan perseroan di tahun ini.

“Apalagi kami memperkirakan pasar properti akan membaik usai gelaran Pemilu 2019. Ditambah masih rendahnya suku bunga bank dan laju inflasi,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap janji pemerintah untuk mereview pengenaan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk properti, sehingga bisa kembali menggairahkan pasar. (Bee 4)