Beerita.id – Masyarakat Madura sudah sejak lama dikenal sebagai sosok yang religius. Tak heran jumlah masjid di Pulau Garam sangat banyak. Terutama sepanjang jalan utama, mulai dari pintu gerbang Suramadu hingga Kabupaten paling ujung, Sumenep.

Satu di antara masjid yang menarik untuk dikunjungi adalah Masjid Madina yang terletak di jalan Raya Suramadu, Bangkalan. Tepatnya di dusun Manggar. Jika Anda dari Bangkalan mau ke Surabaya, maka masjid itu terletak di kiri jalan. Dari jalan utama hanya masuk tidak sampai 50 meter.

Sedangkan kalau dari arah Surabaya mau ke Bangkalan, pengunjung harus berputar balik terlebih dahulu.

Masjid Madina berdesain minimalis. Satu yang harus diacungkan jempol adalah bagaimana para pengurus Masjid benar-benar menampilkan tempat ibadah yang bersih. Kebersihan sudah tampak dari halaman parkir, kamar mandi, dan bagian dalam masjid.

Tampak Depan Masjid Madina, Bangkalan. FOTO : beerita.id

Kesan rindang juga terasa dari banyaknya bunga dan pohon yang ditanam di sekitar masjid. ”Dengan membuat masjid yang bersih dan segar, inshaAllah akan memberikan ketenangan batin bagi jamaah yang beribadah di sini,” kata Moh Asikin, pemilik masjid.

Menurut Asikin, yang juga owner Utami Hotel, dirinya membangun masjid itu dua tahun silam. ”Dari awal sudah saya set bahwa masjid ini harus bisa melayani jamaah sebaik hotel. Makanya kebersihan adalah hal paling utama yang harus terus diperhatikan,” jelasnya.

 Luas total lahan Masjid Madina adalah 4000 meter persegi. Fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap. Terutama bagi keluarga atau rombongan yang mampir. Sebab, kamar mandi yang disediakan cukup banyak. Lahan parkir pun bisa menampung puluhan mobil.

Sudut Masjid terlihat sejuk dan asri

Menariknya, setiap hari, pengurus menyediakan teh dan kopi gratis. Pengunjung tinggal ambil sepuasnya. Kopi yang ditawarkan adalah kopi khas Arab yang memiliki aroma kuat. ”Semoga sajian yang kami berikan ini bisa membuat pengunjung fresh kembali setelah menempuh perjalanan jauh,” jelas dia.

Tak hanya kopi dan teh, setiap hari Minggu pagi, Asikin juga menyuruh stafnya menyediakan puluhan nasi bungkus gratis untuk dibagikan. ”Karena insha Allah setiap minggu pagi ada acara khataman AlQuran,” jelas ayah tiga orang anak itu.

Nantinya Masjid Madina tidak hanya ada satu, melainkan dua sekaligus. Letaknya pun berdekatan, tepatnya di seberang jalan. Sehingga kalau pengunjung dari Surabaya mengarah ke Madura, tidak perlu putar balik lagi.

Asikin saat menjelaskan pembangunan Masjid Madina 2 di lokasi. FOTO : beerita,id

Untuk Masjid Madina 2 memiliki luas lebih dari 6000 meter persegi. Saat ini sedang dalam proses pembangunan. Diperkirakan akhir tahun atau awal tahun depan masjid sudah bisa beroperasi.

Ada cerita menarik di balik keinginan Asikin membuat masjid. Salah satunya adalah niat dirinya ingin mengubah diri menjadi lebih baik. ”Saya merasa sudah cukuplah mengejar dunia. Allah sudah begitu baik memberikan saya keluasan rejeki. Ini waktunya saya berkhidmat untuk agama. Toh, apalagi yang mau dicari,” jelasnya.

Asikin pun mengatakan, ada tangan-tangan tersembunyi yang membantu pembangunan masjid. Sebab menurutnya, saat dirinya benar-benar fokus membangun masjid, rejeki yang dia peroleh bukannya berkurang melainkan malah bertambah.

”Uang awal yang saya niatkan untuk membangun masjid katakanlah sekian, nah, ini sudah satu beroperasi dan satu sedang dalam proses pembangunan, uang awal itu masih utuh. Bahkan bertambah. Kalau bukan karena campur tangan Allah, mana mungkin,” ucapnya.

Jadi, bagi masyarakat yang mudik ke Madura tahun ini, bisa dicoba sensasi beribadah sembari ngopi gratis di Masjid Madina. (Bee 3)