Beerita.id –  SRI organic ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Karena itu, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu kembali melakukan pelatihan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB) tahap 2. Kegiatan dilakukan di Balai Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora.

 Semakin berkembang, para penerima manfaat pun meluas tidak hanya di Desa Bajo, melainkan lima desa lainnya yakni  Desa Tanjung, Desa Sogo, Desa Ngraho, Desa Wado Kecamatan Kedungtuban dan Desa Sumber Kecamatan Kradenan dengan jumlah peserta 45 orang.

Pelatihan yang diselenggarakan selama 4 hari ini dibuka oleh Camat Kedungtuban Martono yang sangat menyambut baik. “Ini adalah salah satu terobosan dari Pertamina yang programnya berdampak langsung kepada masyarakat. Mari sehat bersama. Saya sendiri sudah menikmati beras organik dari Desa Bajo dan rasanya enak,” ujarnya.

Di hari ketiga sela-sela pelatihan, Jumat (12/7), Wakil Bupati Blora Arief Rohman nampak menyempatkan hadir di Desa Bajo untuk melihat kegiatan belajar kelompok tani. Dirinya mengaku takjub akan semangat belajar warga untuk melestarikan lingkungan dengan system SRI organic. “Progress-nya sangat pesat, bahkan saya tidak pernah mendapat informasi yang detail seperti ini  terkait kelebihan pertanian organic kalau bukan dari Bapak Ibu semua yang menerangkan kepada saya,” ungkap Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora saat menyaksikan pelatihan yang diinisiasi oleh
Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. FOTO : ist

Dalam kesempatan tersebut, Arief Rohman juga mengajak diskusi warga belajar terkait kendala maupun dukungan yang dibutuhkan dari Pemerintah Kabupaten Blora. “Saya berterima kasih kepada Pertamina untuk program CSR nya yang banyak memberikan ilmu dan pengetahuan untuk Kabupaten Blora. Tentunya ini akan menjadi fokus dan tanggung jawab kami juga untuk memajukan pertanian SRI organik. Silahkan bapak ibu kiranya apa yang perlu disampaikan dan didukung oleh kami,” ungkapnya.

Surat, selaku Ketua Kelompok Bina Alamsri mengaku awalnya sempat pesimis dengan program yang digelontorkan oleh Pertamina karena organic identic dengan mahal dan “ribet”. Namun setelah setahun merasakan banyak manfaatnya, dirinya dan kelompoknya malah semakin gigih untuk menggalakkan system SRI organic. Sharing ini dilakukan dengan tujuan agar warga belajar baru pun tidak patah semangat di tengah-tengah dan tetap mempraktekkan dengan serius.

“Selain itu kami butuh dukungan legalitas untuk kelompok Bina Alamsri, juga fasilitas uji laboratorium organic terkait produk yang dihasilkan selain beras juga ada tanaman obat keluarga agar mendapat P-IRT dari Dinas Kesehatan,” ungkap Surat yang langsung ditanggapi dan akan ditindak lanjut oleh Wakil Bupati Blora.

Pemasaran juga menjadi poin penting karena menjadi tidak baik apabila hulu sudah berjalan namun hilirnya tidak berjalan semestinya. “Kami berharap dan usahakan agar produk beras organic ini  kedepannya dapat dikonsumsi sampai wilayah Blora, Jawa Tengah hingga ekspor keluar,”ungkap Arief.

Saat itu juga diserahkan alat pencacah kompos kepada Kelompok Bina Alamsri yang sudah mengikuti pelatihan PSRLB tahap 1 guna percepatan produksi pupuk organic. Alev Hildan, perwakilan Pertamina yang saat itu hadir menyampaikan rasa syukurnya karena program CSR Pertamina dapat bermanfaat bagi warga sekitar. “Alhamdulillah berdampak positif dan akan dikembangkan di desa-desa lain sehingga Bajo akan menjadi pusat belajar pertanian organic, “ ungkapnya.

Afwan Daroni selaku Cepu Field Manager dilain kesempatan menyampaikan harapannya agar kelompok semakin kompak dalam memajukan pertanian di Blora. “Semoga produktifitas pertanian dan ekonomi masyarakat semakin meningkat,” tutupnya. (Bee 2)