beerita.id – PT Industri Kereta Api (INKA) kemarin (23/7) mengirimkan kembali 26 gerbong kereta ke Bangladesh. Itu melanjutkan pengiriman sejak Januari lalu.

Diperkirakan gerbong-gerbong itu sampai pada Agustus. Nanti, ada sembilan kali pengiriman dari PT INKA. Total gerbong kereta api pesanan Bangladesh 250 unit.

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro memberangkatkan gerbong pesanan tersebut dari Terminal Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Jika 50 gerbong dalam pengiriman pertama berjenis broad gauge, kali ini gerbong-gerbong itu bertipe meter gauge. ”Kebutuhan mereka beragam. Gerbong ekonomi, eksekutif, dan kereta tidur,” katanya di hadapan media.

Foto : pixabay.com

PT INKA menargetkan pengiriman rampung pada awal 2020 atau akhir tahun ini.

Kini PT INKA menjajaki kerja sama serupa dengan negara-negara lain. Dalam waktu dekat, perusahaan akan mengekspor gerbong kereta api ke Sri Lanka. Budi menyatakan bahwa nilai kerja sama itu berkisar USD 50 juta atau setara Rp 699,19 miliar. ”Saat ini kami masih menunggu semuanya kondusif,” ujarnya.

Selain Bangladesh dan Sri Lanka, PT INKA menyasar ke Laos. Juga, Madagaskar dan Zimbabwe. ”Potensi ekspor gerbong kereta masih besar,” kata Budi.

Semakin luasnya penetrasi pasar tersebut membuat PT INKA optimistis target tahun ini bakal tercapai. Sampai akhir 2019, target pendapatan dipatok Rp 6 triliun. Sampai akhir semester pertama lalu, pendapatan perusahaan mencapai Rp 3 triliun. ”Selain ekspor, kami sedang menggarap sejumlah proyek lain di dalam negeri,” tuturnya. (Bee 3)