Beerita.id – Inggris punya pemimpin pemerintahan baru. Namanya Boris Johnson. Setelah terpilih, dia kembali mengingatkan misi utamanya yakni Brexit. Hal itu ditegaskan pria 55 tahun tersebut dalam pidato kenegaraan pertama di Downing Street 10 kemarin (24/7).

Foto : pixabay.com

“Jangan ungkit lagi backstop. Permainan saling menyalahkan sudah berhenti di sini,” ungkap Johnson menurut Sky News. Sekadar informasi, backstop merupakan perincian perjanjian Brexit Theresa May yang menjamin perbatasan Republik Irlandia dan Negara Bagian Irlandia Utara, Inggris, masih terbuka.
Johnson menegaskan bahwa Inggris bakal keluar dari Uni Eropa paling lambat 31 Oktober. Tentu hal itu dibarengi negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan perceraian. Namun, dia berjanji tak menunda lagi Brexit jika negosiasi tersebut gagal. “Rakyat Inggris sudah lelah menunggu. Saya akan mengambil tanggung jawab pribadi untuk memastikan Brexit terjadi,” tegasnya.

Foto : pixabay.com

Johnson menjanjikan kebijakannya lebih fokus untuk urusan dalam negeri. Misalnya merekrut 20 ribu personel kepolisian baru. Atau memutakhirkan 20 rumah sakit yang ada di penjuru Britania Raya. Janji tersebut sepertinya selaras dengan visinya untuk menyatukan Inggris yang sudah terpecah belah.
Hanya, permasalahan yang membagi Inggris tak bisa selesai begitu saja. Begitu Johnson mengambil takhta, banyak pejabat kabinet sebelumnya yang langsung mengundurkan diri. Yang paling mencolok adalah Kanselir Inggris Philip Hammond.
Banyak yang sudah mengira bahwa Johnson bakal membawa lingkaran politik baru di kabinet. Sebagai permulaan, dia membawa Dominic Cumming sebagai penasihat senior perdana menteri terbaru. Dia merupakan pakar politik yang pernah diperankan Benedict Cumberbatch dalam film Brexit: The Uncivil War. “Kami akan melawan orang-orang yang ragu, murung, dan suka bicara kiamat,” tegasnya. (Bee 6)