Beerita.id – Hasil positif ditorehkan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab (PEA) Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor kemarin (24/7).

Foto : pixabay.com

Kedua negara menyepakati penguatan kerja sama di sektor ekonomi. Selain kerja sama government-to-government (G-to-G), ada kesepakatan business-to-business (B-to-B) dengan nilai total mencapai Rp 136 triliun atau USD 9,7 miliar.
Kesepakatan G-to-G, antara lain, sektor peningkatan perlindungan investasi, penghindaran pajak berganda, industri, kepabeanan, pariwisata, serta kelautan dan perikanan. Sementara itu, MoU B-to-B disepakati antara Pertamina dan ADNOC untuk pengembangan RDMP Balikpapan integrated supply chain dan LNG storage serta PT Chandra Asri dan Mubadala untuk proyek numata craker dan petrochemical complex. “Ketiga, antara PT Maspion Indonesia dan Dubai Port World Asia mengenai pengembangan terminal peti kemas dan kawasan industri di Jawa Timur,” kata Retno.
Retno enggan mendetailkan kesepakatan di sektor masing-masing. Dia hanya menyebutkan, kerja sama itu menguntungkan kedua negara. Nilai kerja sama yang disepakati pada B-to-B, misalnya, mencapai Rp 136 triliun.

Foto : pixabay.com

CEO Maspion Group Alim Markus mengatakan, pihaknya bersama DP World Asia akan membangun terminal peti kemas di kawasan industri, Jatim. DP World Asia membantu dengan cost sharing kepemilikan 49 persen. “Kami invest USD 1,2 miliar untuk 3 juta TEUs,” ujarnya.
Sementara itu, pertemuan Jokowi dan Syekh Mohamed tidak hanya terjadi di istana. Tetapi, juga di sepanjang perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Bogor. Kemarin Jokowi menyambut langsung kedatangan Syekh Mohamed di depan pintu pesawat. Itu dilakukan sebagai penghormatan balasan atas apa yang diterima Jokowi saat berkunjung ke UEA pada 2015. (Bee 8)


Retno enggan mendetailkan kesepakatan di sektor masing-masing. Dia hanya menyebutkan, kerja sama itu menguntungkan kedua negara. Nilai kerja sama yang disepakati pada B-to-B, misalnya, mencapai Rp 136 triliun.
CEO Maspion Group Alim Markus mengatakan, pihaknya bersama DP World Asia akan membangun terminal peti kemas di kawasan industri, Jatim. DP World Asia membantu dengan cost sharing kepemilikan 49 persen. “Kami invest USD 1,2 miliar untuk 3 juta TEUs,” ujarnya.
Sementara itu, pertemuan Jokowi dan Syekh Mohamed tidak hanya terjadi di istana. Tetapi, juga di sepanjang perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Bogor. Kemarin Jokowi menyambut langsung kedatangan Syekh Mohamed di depan pintu pesawat. Itu dilakukan sebagai penghormatan balasan atas apa yang diterima Jokowi saat berkunjung ke UEA pada 2015. (Bee 8)