Beerita.id – Mahalnya tiket pesawat dalam satu bulan terakhir ternyata tidak berimbas pada tingkat hunian hotel di Sidoarjo. Hal tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sidoarjo Achmadi Subekti.

Foto : pixabay.com

”Mereka rata-rata datang ke Sidoarjo untuk urusan bisnis. ‘Kalau karena urusan pekerjaan atau bisnis tidak berpengaruh dengan tiket pesawat,” katanya kemarin.

Beda jika segmentasi tamu adalah wisatawan. Achmadi mencontohkan Bali. Dia menyebut di Pulau Dewata terdapat 45 hotel yang dijual. Sebab, pengelola kini tidak mampu mengatasi biaya operasional karena sepinya pengunjung. Achmad mengatakan, Bali juga oversupply kamar hotel. ”Sehari ada 17 ribu kamar yang kosong. Sebab, segmentasi tamunya adalah wisatawan. Jadi, ketika tiket pesawat naik, hotel sepi,” jelasnya.
Untuk Kota Delta, Achmadi mengatakan masih kondusif. Okupansi hotel dekat Bandara Juanda rata-rata 80 persen. Kondisi serupa terlihat di pusat kota seperti Hotel Luminor. ”Bulan ini okupansi kami lebih dari 70 persen,” tutur Karlina Wulan, marketing communication Luminor Sidoarjo.
Achmadi menambahkan, jalan tol yang sudah menghubungkan Jakarta-Probolinggo memberikan dampak positif bagi perhotelan. Banyak pengunjung yang datang dan tinggal lebih lama. ”Dulu, karena pakai pesawat, yang datang satu dua orang. Sekarang lewat tol jadi satu rombongan mobil, otomatis tinggalnya juga lebih lama,” ungkapnya.

Foto : pixabay.com

Di sisi lain, Hotel Neo+ Waru yang dekat dengan bandara menyasar tamu yang menggunakan berbagai moda transportasi. Mulai jalur darat dengan mobil atau kereta api sampai pesawat. General Manager Neo+ Waru Sumarno menuturkan, pengunjung yang membawa mobil paling banyak. Mereka berasal dari Gresik, Pasuruan, Solo, Jogjakarta, Madiun, Mojokerto, dan sekitarnya. ”Mereka menggunakan mobil lewat tol,” ucapnya.
Berdasar data pengunjung, selama tiga bulan terakhir tidak ada penurunan tingkat hunian di Neo+ Waru. Pada Mei, okupansi tercatat 63 persen, sedangkan Juni 72 persen. Sampai 23 Juli, okupansi mencapai 82 persen. ”Mei rendah karena Ramadan. Kunjungan tidak banyak,” ucapnya. (Bee 5)