Beerita.id – Boomingnya pariwisata dalam satu dekade terakhir dimanfaatkan juga oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk mempromosikan keindahan wilayahnya. Salah satunya sumber daya pesisir dan laut, seperti ekowisata mangrove yang berada di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu.

Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi Terwujudnya Penataan Ruang Kabupaten Bangkalan Sebagai  Pintu Gerbang Madura menuju Kota Industri, Pariwisata, dan Jasa.

Sebagai lngkah awal, Pemkab Bangkalan akan mengembangkan ekowisata melalui Taman Pendidikan Mangrove (TPM) di sana. Dijadwalkan, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron akan me-launching TPM tersebut besok (1/8).

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan Moh Hasan Faisol mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah menyiapkan sejumlah konsep dan desain promosi wisata TPM kepada masyarakat luar Bangkalan.

“Tinggal menunggu petunjuk Bapak Bupati. Kami sudah masukkan ke paket-paket wisata,” ungkapnya,

Menurutnya, keberadaan ekowisata TPM sebagai wahana pelestarian alam sangat potensial menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Desa Labuhan. “Para pengunjung akan disuguhkan  perjalanan wisata membelah hamparan hutan mangrove. Seperti BJBR (Bee Jay Bakau Resort) di Probolinggo,” paparnya.

Pengembangan TPM merupakan hasil kerjasama Pemkab Bangkakan, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dan Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore (PHE WMO) sejak 2013.

PHE WMO merupakan korporasi yang bergerak di sektor hulu migas dan menjadi kontraktor kontrak kerja sama dengan SKK Migas.

TPM memiliki lebih dari 10 ribu pohon mangrove. Terhampar di atas lahan pesisir seluas sekitar 8 hekatare. Saat ini, pengelolaannya berada di tangan Pemkab Bangkalan. Faisol menambahkan, para pengunjung akan dimanjakan dengan geladak kayu atau yang disebut tracking sepanjang 350 meter membelah hutan mangrove.

“Geladak itu akan menuntun para pengunjung menuju keindahan panorama pantai,” pungkasnya. (Bee 7)