Beerita.id – Kementerian ESDM akan memfokuskan perwujudan keadilan sosial di bidang energi, melalui pengutamaan perluasan akses terhadap energi dan menjaga harga energi yang terjangkau. Sebagian besar anggaran Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat seperti Jaringan Gas Kota (Jargas).

“Konverter kit LPG untuk nelayan, lampu tenaga surya hemat energi, sumur bor untuk daerah sulit air telah dilakukan. Sementara subsidi energi empat tahun terakhir dialihkan untuk belanja pada sektor yang lebih produktif,” kata Ignasius Jonan dalam keterangan tertulis yang dibacakan Sahat Pardede Staf Ahli Komisi Pengawas SKK Migas.

Selain itu, sektor ESDM masih memberikan peran yang besar untuk pendapatan nasional. Pada 2018 sektor ESDM menyumbangkan 53,5% PNBP Nasional. Pada tahun 2018, realisasi PNBP Sektor ESDM mencapai 181% (Rp217,8 Triliun) dari target APBN sebesar Rp120,5 Triliun. Sektor ESDM juga meningkatkan investasi nasional sebesar US$323 miliar pada 2018, dimana sebelumnya US$27,5 miliar pada 2017.

Beberapa program yang telah dilakukan baik oleh Kementerian ESDM melalui APBN maupun swasta dalam pengelolaan energi nasional, antara lain, Sub Sektor Minyak dan Gas Bumi, dengan meliputi BBM 1 harga, hingga saat ini sejumlah 165 titik telah beroperasi di seluruh wilayah NKRI (target hingga akhir 2019 sejumlah 170 titik).

Konverter kit untuk nelayan dan petani telah terealisasi 25.000 unit, konverter kit untuk nelayan pada 2018 dan ditargetkan penambahan 13.305 unit untuk nelayan dan 1.000 unit untuk petani pada 2019. Jaringan Gas Kota, untuk memberikan akses energi seluas-Iuasnya bagi masyarakat hingga tahun 2018 telah tersambung 463.440 Sambungan Rumah (SR) dan ditingkatkan menjadi 541.656 SR di akhir tahun 2019.

Sahat melanjutkan pidato mantan Menteri Perhubungan itu, untuk menjaga produksi minyak dan gas bumi serta peningkatan peran nasional dalam pengelolaan migas oleh nasional, pemerintah telah mengambil berbagai Iangkah strategis, antara lain:

Ilustrasi Industri Migas

Alih kelola blok migas seperti Blok Mahakam (Blok gas terbesar) dan Blok Rokan (Blok minyak terbesar) ke PT Pertamina dan Pengembangan proyek migas strategis, yaitu Jangkrik dan Jambaran Tiung Biru, serta keputusan pengembangan Blok Masela.

Sektor Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rasio elektrifikasi hingga semester I 2019 telah mencapai 98,81% dan akan terus ditingkatkan menjadi 99% hingga akhir tahun 2019.

Pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi untuk rumah tidak berlistrik serta Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan rasio elektriflkasi pada daerah yang belum dilayani PLN.

Pengembangan Biofuel melalui Program mandatori BBN Jenis biodiesel sebagai campuran BBM Jenis Minyak Solar pada sektor PSO, Non-PSO, Industri dan Komersial, serta Pembangkit Listrik pada tahun 2018 telah berhasil menghemat devisa sebesar US$1,88 Miliar (Rp26,51 Triliun) dari pengurangan impor BBM.

Pemerintah Indonesia telah resmi kuasai mayoritas saham Freeport ditandai dengan terbitnya lzin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada tanggal 21 Desember 2018.

Tak hanya itu, pemerintah juga fokus pada pembangunan SDM. Kualitas pendidikan dan keterampilan harus ditingkatkan melalui pengembangan vocational training dan vocational school.

Begitupun dengan diaspora yang bertalenta tinggi terutama yang bergelut di sektor ESDM harus diberikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Usaha peningkatan kualitas SDM juga diharapkan dapat mengimbangi perkembangan dunia yang begitu cepat.

Dalam kesempatan sama, Vice President Operation HCML Perkasa Sinagabariang mengaku gembira karena HCML terus bisa ikut mendukung program dari Menteri ESDM.

Bulan April lalu, kata Perkasa, telah diresmikan jaringan gas kota di Pasuruan. Dari sini HCML jadi dalam sehari itu bisa mengirim 120.000 gas yang digunakan untuk jaringan gas kota untuk keperluan rumah tangga di Pasuruan. Waktu itu paduan dan meresmikan di Pesantren Salafiyah yang besar di Pasuruan.

“Jadi dengan peringatan Hari Kemerdekaan ini kita jadi sebagai bagian dari ESDM sangat semangat lah karena bisa bersinergi untuk mewujudkan bahwa kekayaan alam ini bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia khususnya penduduk di Pasuruan yang dekat dengan area sini,” terang dia. (Bee 5)