Beerita.id – Upaya penyempurnaan program digitalisasi mobil tangki berlabel SmartMT terus dilakukan PT Pertamina Patra Niaga. Platform digital yang telah diujicobakan sejak Maret lalu berupaya memastikan mobil tangki dan awak mobil tangki (AMT) berada dalam kondisi prima sebelum mendistribusikan produk-produk migas yang saat ini dikelola, maupun produk non migas yang berpotensi untuk memanfaatkan platform ini.

Ada sekitar 17 modul fitur yang ada dalam SmartMT yang salah satunya adalah utilisasi GPS untuk driver behavior dan brakes thermal sensor sebagai upaya minimalisasi risiko terjadinya insiden di jalan raya yang melibatkan mobil tangki.

Untuk menyempurnakan SmartMT  dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi  operasional terhadap  lebih dari 1.800 mobil tangki, PT Pertamina Patra Niaga melakukan penjajakan kerjasama dengan PT Telkomsel. Kerjasama itu akan diawali dengan penandatangan MOU yang meliputi inventarisasi maupun studi kelayakan potensi kerjasama atas implementasi SmartMT.

Telkomsel sendiri memiliki tambahan fitur FleetSight untuk melengkapi salah satu modul smartMT yaitu utilisasi GPS untuk driver behavior. “Fitur fleetsight yang ada di dalam Telkomsel Fleetsight tentu berguna bagi pengembangan SmartMT” kata Nina Sulistyowati Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, usai penandatanganan  MoU, tadi siang (2/9).

Nina Sulistyowati (berbaju kuning) dan Emma Sri Martini usai penandatangan MoU

Nina menambahkan, di era Industri 4.0, perusahaan memang dituntut mengadopsi inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. “Tujuannya agar memudahkan manajemen PT Pertamina Patra Niaga dalam meningkatkan keselamatan pengendara, keselamatan kendaraan, melakukan monitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, dan juga akurasi jumlah produk yang dikirimkan” tegas Nina.

Hal itu dimungkinkan karena fitur-fitur yang sudah dikembangkan dalam SmartMT akan diintegrasikan dengan  FleetSight  yang merupakan solusi IoT (Internet of Things) terkini lewat penyematan perangkat telematika berbasis satelit.

Selain itu akan dilakukan penambahan beberapa sensor yang dirancang  mampu mengukur  parameter tambahan seperti temperatur rem kendaraan, kekentalan oli mesin, dan tekanan angin pada ban.

Peningkatan fitur-fitur inovatif yang akan dipasangkan ke Telkomsel Fleet Sight itu diharapkan  dapat semakin mengakselerasi meningkatkan aspek keamanan dan efisiensi kendaraan dalam operasional perusahaan. PT Pertamina Patra Niaga dan PT Telkomsel akan melakukan inkubasi dan assessment terhadap aspek teknis, teknologi, dan risiko bisnis terkait penambahan fitur tersebut. Dijadwalkan, implementasinya akan berlangsung pada Semester II 2020.

“Terima kasih kepada Telkomsel atas dukungan kesepahaman untuk bersama-sama memberikan solusi digitalisasi armada PT Pertamina Patra Niaga yang dihadirkan dengan cakupan jaringan yang luas. Kami berharap sinergi kerjasama ini tidak hanya berkontribusi positif terhadap operasional Pertamina, namun juga berdampak positif bagi akselerasi efisiensi distribusi agar persediaan BBM dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok Tanah Air,” tambah Nina Sulistyowati.

Hal yang sama diutarakan Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini. Menurutnya, Telkomsel Fleetsight mengandalkan jaringan Telkomsel yang didukung layanan pelanggan 24 jam. Hingga saat ini telah tersedia lebih dari 204.000 BTS Telkomsel yang tersebar hingga ke wilayah perbatasan RI, dengan 82.000 BTS 3G dan 70.000 BTS 4G LTE.

Jaringan 4G Telkomsel sendiri telah hadir di lebih dari 500 kota/kabupaten, yang 97% di antaranya sudah menjangkau kecamatan, sehingga 93% populasi Indonesia telah mendapat layanan jaringan 4G Telkomsel. (Bee 1)