Beerita.id – Warga Medan, Sumatera Utara pasti tidak akan pernah lupa kejadian naas 14 tahun lalu. 5 September 2005. Pagi itu tak ada yang berbeda dari Bandara Polonia Medan. Selalu ramai. Penumpang dan calon penumpang hilir mudik keluar masuk bandara. Ada yang akan berangkat, namun ada pula yang baru tiba.

Dua di antara pengunjung bandara adalah orang penting di Pemerintahan Sumatera Utara. Mereka adalah Gubernur Sumut saat itu Tengku Rizal Nurdin dan Gubernur Sumut periode 1988 – 1988 Raja Inal Siregar. Keduanya akan berangkat ke Jakarta dengan kepentingan masing-masing.

Namun, satu yang menjadi kesamaan keduanya adalah, mereka sama-sama naik pesawat Mandala Air dengan nomor penerbangan RI-091.

Pesawat Mandala naas yang kecelakaan di Medan. FOTO : courtesy mercyrelief

Tak dinyana, itu adalah pagi terakhir mereka. Sebab, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Pesawat jenis Boeing 737-200 tersebut jatuh dan meledak di Jalan Jamin Ginting, kawasan Padang Bulan, Kota Medan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Polonia pada pukul 10.06.

Akibatnya, tak hanya penumpang dan awak pesawat yang turut menjadi korban, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian juga meninggal. Para korban terdiri dari penghuni rumah, pemilik warung, pengayuh becak, serta pejalan kaki.

Kejadian ini menewaskan 149 orang termasuk penumpang dan awak serta 50 orang warga di sekitar lokasi kejadian. Sementar 18 orang penumpang dinyatakan selamat. Di antara penumpang pesawat yang tewas, tercatat Gubernur Sumatera Utara yang menjabat kala itu, Tengku Rizal Nurdin. Tengku Rizal awalnya akan menghadiri rapat para gubernur dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain Tengku Rizal, ada pula dua anggota Dewan Perwakilan Daerah Sumut, Abdul Halim Harahap dan Raja Inal Siregar yang juga mantan Gubernur Sumatera Utara periode tahun 1988-1998.

Semoga kejadian tragis seperti itu tidak terulang kembali di mana pun. (Bee 6)