Beerita.id – Hadir sejak tahun 1962, Viva Cosmetics terus tumbuh menjadi perusahaan make up asli Indonesia yang berkualitas dan terus menebar manfaat. Komitmen dalam pelestarian budaya, khususnya yang berkaitan dengan tata rias pengantin tradisional senantiasa dijaga.

Karena itu, tak heran, beberapa penghargaan bergengsi diterima oleh perusahaan yang bermarkas di Surabaya tersebut. Salah satu yang terbaru adalah, penghargaan Man of The Year 2019 oleh Yayasan Penghargaan Indonesia yang diberikan kepada Yusuf Wiharto, pimpinan sekaligus cucu dari pendiri Viva Cosmetics Masmuin Kuntjoro.

Penghargaan itu diberikan dalam acara anugerah prestasi dan pengabdian tokoh Indonesia di Gedung Pers Bali K Nadha Denpasar.

Ketua panitia acara, Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M.,  mengatakan, anugerah prestasi dan pengabdian tokoh Indonesia telah 30 tahun dilaksanakan dan 10 tahun terakhir ini dilangsungkan di Bali. 

“Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang dianggap telah memberi energi positif bagi masyarakat serta telah dapat memberikan contoh kepada generasi muda demi kemajuan bangsa,” ujar Ibu Agung.

Yusuf Wiharto saat menerima penghargaan

Yusuf Wiharto menyampaikan rasa terima kasih terutama kepada penyelenggara dan masyarakat Bali yang telah memilihnya untuk menerima penghargaan tokoh Indonesia tersebut. “Saya rasa masih banyak orang lain yang lebih patut mendapatkan penghargaan ini, karena saya masih muda dan masih banyak belajar. Tapi sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih, kami dari Viva Cosmetics yang berusia 57 tahun pada tahun ini, slogan kami yaitu Viva Cosmetics Made in Indonesia sesuai untuk daerah tropis, artinya bahwa kami memang benar-benar dibuat di Indonesia oleh anak bangsa Indonesia dan untuk warga negara Indonesia sendiri,” kata Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics Wilayah Indonesia Timur.

Hal tersebut sangat  berkaitan erat dengan Bali, karena Bali ini sangat kental dengan budayanya. “Saya lihat ini yang harus dijaga dan ini menjadi salah satu tanggung jawab dari Viva untuk memperhatikan eksistensi budaya Bali ini, agar supaya tidak punah dan tergilas budaya asing yang masuk ke Indonesia. Ini salah satu bentuk kepedulian kami untuk dapat melestarikan budaya di Provinsi Bali yaitu bekerjasama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang secara rutin menggelar road show setahun 30 kali ke kabupaten/kota di Bali terkait pakem tata rias dan busana adat Bali,” katanya. (Bee 5)