Beerita.id – Kehadiran teater boneka asal Prancis nan unik, yang memadukan sains dan seni, agak jarang di Surabaya. Tahun ini, publik Kota Pahlawan berkesempatan untuk menyaksikan pementasan teater boneka kontemporer dan video bawah air bertajuk “Aquavitae: The Seadog”,  persembahan kelompok seniman Prancis, Association ManOEuvres yang sedang tur di Indonesia. Mereka akan memulainya di kota Jogjakarta (Auditorium IFI Jogjakarta, 14 September), Surabaya, lalu Jakarta (Salihara, 21 & 22 September) dan Bandung (Auditorium IFI Bandung, 24 September).

Di Surabaya, Association ManOEuvre akan pentas pada Selasa, 17 September 2019, pukul 16.00 (pintu dibuka: pk. 15.30) di Ciputra Hall, Puri Widya Kencana, Citraland, Surabaya. Acara terbuka untuk umum dan segala usia. ”Kami khususnya mengundang anak-anak, pelajar, pengajar dan orang tua untuk menyaksikan,” ujar Pramenda Krishna, Penanggungjawab Budaya & Komunikasi IFI

Aquavitae adalah teater boneka imajinatif tentang kehidupan di dalam laut. Mengangkat isu lingkungan dengan menawarkan mitos “medusa” (Gorgon dan ubur-ubur) melalui dialog dengan anjing laut, pertunjukan ini menyuguhkan dua plot yang terjadi secara bersamaan, proyeksi visual yang puitis dan efek suara. Dengan memilih mitos, teater boneka ini hendak mempertanyakan kenyataan dan membiarkan kita berimajinasi tentang masa depan. Melalui pendekatan artistik nan ilmiah, pertunjukan ini bisa sekaligus lucu dan menggemaskan.

Copyright Photo, Courtesy : Danica Bijeljac

Dalam proses pengerjaan proyek seni yang berlangsung di Indonesia ini, Marine Midy, sang pendiri Association ManOEuvres, menggandeng fotografer dan sutradara asal Swiss Mirjam Landolt dan musisi eksperimental asal Indonesia Mo’ong Santoso Pribadi, serta seniman Prancis Mara Bijeljac, Julia Kovacs dan Etienne Exbrayat.

Association Manoeuvres dibentuk pada tahun 2018 oleh seniman Prancis, Marine Midy dengan tujuan mengembangkan, menciptakan dan memproduksi bentuk artistik penggabungan teater, musik, boneka, video dan fotografi. Tak sekadar proses dan produksi seni, komunitas yang berpusat di Val de Marne, tak jauh dari kota Paris tersebut, juga berupaya menjembatani seni dengan sains dan berbagai ilmu lainnya melalui lokakarya artistik dan kolaborasi internasional.

Marine Midy jatuh cinta pada dunia teater sejak remaja. Ia bergabung dengan kelompok seni La Rumeur di mana ia belajar tari, teater dan proses penciptaan karya artistik. Menginjak dewasa menekuni kajian teater dan penelitian akademis di bidang “wilayah seni baru”. Ia menyelesaikan kuliah S2 Master in Conception and Realization of a Cultural Project” di Université catolique de Louvain (UCL) Belgia pada 2008. Risetnya yang berjudul “Open Views on the City” memaparkan geliat ruang-ruang terbuka di Brussel yang disulap menjadi tempat kreasi artistik.

Marine pernah bekerja di teater Terrain Vague, memerankan sejumlah tokoh utama dan tampil di berbagai festival antara lain Sudoeste Festival di Portugal, Estonian Artists Collective Non Grata di berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat.

Ia menemukan kecintaan pada dunia boneka justru saat jalan-jalan dan menonton pertunjukan teater boneka asal Prancis Theater Automne 2085 Nomadic Company of Puppet. Ia mengeksplorasi apa yang dinamakan “aquartistic” melalui proyek perdana AQUAVITAE yang kemudian mendapat hibah residensi dari lembaga riset Prancis di Indonesia. Aquavitae adalah sebuah seni pertunjukan bawah air yang menggabungkan teater, boneka, fotografi dan video.

“Tak hanya pertunjukan seni, kami juga sedang mengembangkan wahana akuatik yang nantinya akan dipamerkan serta pertunjukan Aquavitae yang akan dibawakan di tepi lautan atau kolam renang” ujar Marine. (Bee 2)