Beerita.id – Kesibukan yang bertubi-tubi membuat masyaraat perkotaan kerap dihantui jenuh dan rasa lelah berkepanjangan. Nah, salah satu cara untuk bisa berelaksasi di tengah kesibukan adalah dengan menggunakan essential oil. Dikenal juga sebagai minyak atsiri, kandungan dalam essential oil berasal dari empat unsur bumi, yakni air, udara, tanah, dan api.

Diambil dari tumbuh-tumbuhan seperti akar, batang, daun, serta buah kemudian diproses melalui distilasi (penyulingan). Kekayaan alam memberikan bahan terbaik secara menyeluruh. Beragam manfaat tumbuh-tumbuhan dari berbagai belahan dunia salah satunya hadir dalam sebuah botol kecil essential oil Young Living yang telah berdiri selama 25 tahun. 

Essential Oil Young Living. FOTO : Beerita.id

Sebagai perusahaan yang mempelopori gerakan essential oil modern dan berpusat di Utah, Amerika Serikat sejak 1994, saat ini Young Living tumbuh sebagai perusahaan penghasil essential oil terbesar di dunia. Dengan produk single essential oil dan campuran.

Bisnis essential oil di Indonesia tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat yang makin menyadari arti kesehatan. Hadirnya Young Living melalui penjualan direct selling dan virtual office makin berkembang untuk mendukung kesehatan secara holistik.

Young Living memiliki prospek ke depan yang sangat bagus, kita percaya dan yakin suatu produk yang berkualitas tidak bisa ditawar lagi oleh karena itu komitmen yang kita pegang,” terang Country Manager Young Living Indonesia, Ksatrio Yudho Sampurno, dalam acara Oilthentic Day di Atrium Pakuwon Mall Surabaya.

FOTO : Beerita.id

Young Living menghadirkan essential oil murni melalui penetapan standar Seed to Seal yang dipelopori oleh D. Gary Young, pendiri Young Living serta pelopor gerakan essential oil modern.

Seed to Seal berbasis tiga pilar sourcing, sains and standart. Young Living memiliki 20 perkebunan yang tersebar di seluruh dunia, seperti Lehi, Utah, Australia, Eropa, Kanada, Jepang, dan Singapura. Perusahaan juga melibatkan diri dalam membuat essential oil untuk mendapat hasil paling tinggi dan berkualitas agar menjaga kemurniannya.

Misal ketika proses panen jasmine (melati) akan dilakukan malam hari sebelum matahari terbit. Sedangkan minyak atsiri termahal tanaman Palo Santo (kayu dan akar) dari Amerika Selatan, dipanen setelah empat tahun pasca tanam menunggu pohon mati dan tumbang. 

Ksatrio (tengah) dan Roslina serta Lysa di acara Oilthentic Day

Sedangkan dari sisi ilmu pengetahuan, Young Living melakukan uji melalui tes laboratorium milik sendiri serta menghadirkan pihak ketiga guna menentukan sisi objektif.

Seperti pada essential oil mawar. Tiap 10 kilogram kelopak mawar hanya menghasilkan 5ml essential oil Young Living. Atau hasil panen 75 buah lemon untuk menghasilkan 15ml essential oil lemon. “Untuk lemon yang diambil bukan buahnya tapi hanya kulitnya,” imbuh Lysa Evy Lenny Training Manager Young Living Indonesia. 

Aroma lavender, lemon dan peppermint menjadi best seller produk Young Living. Di dunia sendiri memiliki lebih dari 250 varian essential oil. Selama acara Oilthentic Day ini, Young Living akan mengenalkan 90 macam minyak murni mulai tanggal 21-22 September 2019 di Atrium Pakuwon Mall Surabaya. Program ini merupakan kali kedua digelar usai sukses diadakan di Jakarta pada April lalu.

Head of Marketing Young Living Indonesia, Roslina Situmeang menambahkan, program tersebut adalah rangkaian perayaan 25 tahun Young Living secara global dan 2,5 tahun menyapa masyarakat Indonesia. Hingga kini jumlah member di Indonesia sendiri mencapai 100.000. Meskipun saat ini hanya memiliki store di Jakarta, namun bisnis Young Living berkembang pesat melalui website dengan jaringan member virtual office. 

“Target kami produk ini bisa dipakai secara umum sesuai visi kami membawa essential oil ke seluruh rumah tangga di dunia maupun Indonesia agar dapat digunakan secara maksimal,” kata Roslina. Melihat potensi member di Surabaya yang cukup banyak, Young Living juga membuka experience center dan do it yourself (DIY) selama Oilthentic Day. (Bee 3)