Beerita.id – Live surgery bedah saraf terhadap Herlina yang menderita Hemifacial Spasm (wajah merot) menandai soft opening Kortex Comprehensive Brain and Spine (KBSC) yang berubah nama dari sebelumnya Comprehensive Brain and Spine (CBSC).

Bertempat di National Hospital, operasi berlangsung sukses pada Kamis (19/9). Tim dokter ahli bedah saraf dari Kortex terkenal mumpuni menangani dan menyembuhkan gangguan pada otak, saraf, dan tulang belakang.

Wajah merot pada penderita Hemifacial Spasm (HFS) dikarenakan terjadi perlengketan antara saraf nomor tujuh yang berfungsi mengatur gerakan wajah dengan pembuluh darah pada otak. Akibatnya gerakan pada wajah menjadi tidak terkendali, wajah pasien menjadi merot.

Untuk memulihkan agar gerakan wajah normal kembali, tim dokter ahli dari Kortex melakukan operasi di area batang otak Herlina menggunakan proses medis microvascular decompression (MVD) dengan teknik operasi lubang kunci atau keyhole surgery. Operasi dilakukan dengan bantuan mikroskop khusus dan alat-alat monitoring di kamar operasi. Semua tindakan bisa disaksikan langsung di monitor TV oleh keluarga penderita dan juga bisa berdialog langsung dengan tim dokter (live surgery). Waktu operasi jadi lebih pendek hanya 70 menit dan memperpendek waktu rawat inap di rumah sakit.

TIM KORTEX dari kiri : dr Budi Setiawan, Sp.BS; dr Bambang Kusnadi, Sp.BS; dr Gigih Pramono, Sp.BS; dr Agus Anab, Sp.BS; dan dr M. Sofyanto, Sp.BS.

Dengan demikian, dalam proses operasi saraf ini tidak diperlukan lagi melakukan pembukaan batok kepala, cukup membuat lubang kecil diameter satu sentimeter di belakang telinga pasien. Melalui lubang kecil seukuran lubang kunci inilah tim dokter ahli Kortex memisahkan saraf nomor tujuh dengan memasang serabut teflon agar tidak lengket dengan pembuluh darah.

Selain itu, lewat live surgery ini berguna untuk memberikan informasi dan edukasi tambahan kepada masyarakat bahwa dokter-dokter di Indonesia sudah sangat ahli dan profesional dalam melaksanakan operasi bedah saraf dengan risiko sangat minim, “Juga untuk menghilangkan kesan di masyarakat bahwa melakukan operasi saraf itu sangat berbahaya,” kata dr. Agus C Anab, Sp.BS, founder Kortex.

Selama iniComprehensive Brain & Spine telah melakukan operasi sebanyak 3.816 kali. Kasus yang ditangani antara lain Trigeminal Neuragia (nyeri gigi dan separuh wajah), Hemifacial Spasm (wajah merot), Spondilosis Leher (saraf terjepit leher), Spondylosis Pinggang (saraf terjepit pinggang), tumor otak, Stroke, dan lainnya. Layanan Kortex Comprehensive Brain Spine dilakukan oleh tim dokter dengan kompetensi tinggi, berpengalaman, dan berkomitmen untuk kesembuhan pasien. Didukung oleh komunitas Brain & Spine Indonesia yang telah memiliki lebih dari 40.000 anggota dan berkantor di Surabaya dan di Hongkong. (Bee 3)