Beerita.id – Ajang rutin tahunan Taiwan Expo kembali dihelat. Setelah dua tahun berturut-turut diselenggarakan di Jakarta, kali ini Surabaya menjadi tuan rumah. Pameran yang menampilkan kekuatan industri Taiwan itu diharapkan akan memperkuat kerjasama perdagangan antara Indonesia dengan negara yang berjuluk Formosa.

Chairman of Taitra (Taiwan’s External Trade Development Council) James C.F Huang mengatakan, Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Sementara Surabaya adalah kota perdagangan. Menurutnya, perkembangan ekonomi di Surabaya dan Indonesia akan semakin pesat.

”Saat ekonomi Indonesia terbang tinggi, Taiwan memiliki solusinya dalam bidang teknologi. Salah satunya adalah Smart tech untuk membangun kota pintar yang sekarang juga semakin berkembang di Indonesia,” ujarnya saat pembukaan Taiwan Expo 2019 di Grand City Convex Surabaya, Kamis (26/9).

Taiwan Expo 2019 berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (28/9/2019).

Pameran ini diikuti 180 peserta yang terbagi dalam enam kekuatan industri Taiwan. Di antaranya adalah paviliun olahraga dan hiburan yang menampilkan peralatan pemain badminton Taiwan kelas dunia yaitu Tzu Ying’s serta paviliun agricultural Taiwan yang memperkenalkan HMD, pengubah sampah menjadi pupuk organnik mikroba dan hampir 90 persen lebih hemat waktu dan biaya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jawa Timur Aris Mukiyono menambahkan, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang bagus bagi kedua negara. ”Bicara ekonomi Jawa Timur sebenarnya tidak hanya menyangkut 47 jiwa penduduk di Jatim saja tetapi juga Indonesia Timur yang memiliki populasi mencapai 125 juta jiwa,” tutur Aris.

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan. Bahkan ia menjanjikan akan menggelar karpet merah untuk investor dari Taiwan. ”Kami akan mudahkan perizinannya sehingga investasinya lancar,” ujarnya. (Bee 6)