Beerita.id – Kolaborasi antara dua lembaga, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) menghasilkan satu acara berkualitas. Yakni Musikologi Series. Untuk Surabaya sudah dilakukan di Ballroom Hotel Sheraton, Jumat (11/10) lalu.

Dalam ajang tersebut hadir beberapa tokoh, di antaranya Restog Krisna Kusuma Sekretaris Utama Bekraf dan Dwiki Dharmawan Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia. Surabaya merupakan kota keenam, setelah sukses diadakan di Yogyakarta, Palembang, Medan, Ambon dan Manado.

Diambil dari perpaduan kata Musik dan Ekologi, musikologi berarti konferensi musik dengan program edukasi sharing knowledge dari para ahli musik dan praktisi industri musik kepada para insan musik untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang industri musik, coaching clinic, serta menambah jaringan dan relasi untuk mereka yang bersinggungan dengan industri musik.

”Bekraf didukung oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia berusaha untuk terus menggali potensi dan memacu gairah ekosistem dari industri musik,” kata Restog. 

Musikologi Series menargetkan 500 peserta dari setiap kota yang akan dikunjungi, yang terdiri dari komunitas musik, sekolah musik, pemain musik, mahasiswa, dan orang-orang yang bersinggungan serta tertarik dengan industri musik.

Acara ini terbagi dalam dua agenda besar. Pertama adalah paparan dari deputi-deputi Bekraf, dilanjutkan dengan konferensi yang menghadirkan artis, musisi, dan para profesional di industri musik, di mana peserta berkesempatan untuk mengikuti sharing session dengan para panelis.

Adapun agenda kedua adalah Coaching Clinic, yang memberikan pelatihan elemen penting dalam memproduksi sebuah karya musik yang baik. Hadir sebagai panelis dan pembimbing antara lain Badai Ex Kerispastih, Ikmal Tobing, Eghay D’Masiv, Erwin Prasetya, Irfan Samsons, serta para profesional di industri musik.

Dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan dapat mendukung serta membantu generasi muda dan insan musik Indonesia untuk terus berkembang, meningkatkan profesionalisme, kualitas, kapasitas, produktivitas, dan industri kreatif Indonesia.

Pemahaman Hak Kekayaan Intelektual (HKI) juga menjadi bagian penting yang disampaikan. Agar karya musisi terlindungi dan bisa dikelola untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang optimal. “Melalui kegiatan Musikologi inilah kami membagikan pengetahuan tentang pentingnya HKI sehingga karya-karya musisi terhindar dari eksploitasi dan penggunaan yang merugikan,” jelas Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI.

“Setiap musik yang dimainkan harus beyond the limit, tanpa batas. Musisi harus selalu siap dalam segala hal,” demikian ungkap Dwiki Dharmawan. (Bee 4)