Beerita.id – Merupakan negara kepulauan yang 70% wilayahnya adalah lautan, keindahan laut Indonesia memang sudah tak perlu diragukan lagi. Aneka ragam hayati dan eloknya terumbu karang menjadi daya tawar tersendiri bagi wisata bahari negeri ini.

Namun sayangnya, Indonesia juga merupakan negara penyumbang sampah plastik di lautan terbesar kedua setelah China yaitu 0,48-1,29 juta metrik ton dari total 4,8-12,7 juta metrik ton per tahun sampah plastik yang di buang di lautan dunia.

Sampah plastik menjadi isu penting banyak negara karena pencemarannya terus meningkat setiap tahunnya. Krisis ekosistem laut yang disebabkan oleh plastik sangat krusial dan benar-benar mendesak. Fakta dari para peneliti mengatakan bahwa pada tahun 2050 jumlah sampah plastik di lautan akan lebih banyak daripada jumlah ikan di dalam lautan.

Melihat fakta tersebut, Global Peace Youth Indonesia (GPYI) chapter Surabaya mengadakan beach clean up di Pantai Sagara. Dalam rangka menyambut hari volunteer pada 5 Desember, GPYI chapter Surabaya berniat memberi kesempatan pemuda Surabaya agar bisa berpartisipasi menjadi volunteer untuk turut aksi dalam membersihkan daerah yang sulit terjangkau seperti Pantai Sagara yang juga berpotensi membawa sampah dari pantai ke laut yang akhirnya mencemari lingkungan laut.

Pada acara beach clean up ini diikuti oleh 100  lebih partisipan dari berbagai komunitas, mahasiswa, dan masyarakat secara umum. “Saya mendapat banyak ilmu dalam acara ini. Tapi yang jauh lebih penting adalah ini sebagai pengingat bagi diri saya sendiri untuk selalu ikut serta menjaga lingkungan,” kata salah satu volunteer Yulia Fitri.

“Nilai perdamaian yang diambil dalam project ini merupakan berdamai pada lingkungan. Dimana kita sebagai pemuda mempunyai tanggung jawab besar menjaga lingkungan agar bebas dari sampah. Kegiatan ini juga berupa aksi mengedukasi masyarakat dengan memungut sampah, terlebih sampah plastik yang merupakan musuh besar manusia dalam perubahan iklim,” jelas Ketua Pelaksana Fahma Safin (Bee 4).