BEERITA.ID – Sempat melewatkan masa kecil di Indonesia ternyata memberi bekas mendalam pada diri Barack Obama. Hal itu terlihat dari statement yang dikeluarkan mantan Presiden Amerika Serikat itu saat menjadi narasumber di acara “In Conversation with President Barack Obama” di Singapura.

Seperti dikutip dari laman Kompas.com, Obama menyatakan itu ketika Nicholas Fang, sang moderator memberikan pertanyaan, apa resep Obama bisa menghadapi segala masalah dengan tenang. Apalagi, bagi sekelas presiden Negara adidaya, tentu tekanan sangat luar biasa besar.

“Itu karena latar belakang saya yang bercampur Hawaii dan Indonesia.” ucap Obama.

Menurut catatan, Obama memang pernah tinggal di Jakarta, tepatnya di Menteng Dalam, pada 1967 hingga 1971 bersama ibunya Ann Dunham mengikuti ayah tirinya, Lolo Oetoro. Selama empat tahun di Indonesia, dia bersekolah di SD Katolik Santo Fransiskus Asisi dan SD Negeri Menteng 01 sebelum kembali ke Honolulu, Hawaii.

Barack Obama. FOTO : Pixabay

Ayah dari Malia dan Sasha itu kemudian membeberkan bagaimana percampuran Hawaii dan Indonesia itu bisa membantunya selama delapan tahun di Gedung Putih. Obama menjelaskan, dia tidak menjadi tinggi hati ketika melihat wajahnya bersebaran di poster atau mengisi halaman depan majalah bergengsi

“Saya tetap sosok yang sama. Saya tidak stres ketika saya menghadapi persoalan yang sukar. Saya percaya diri dan yakin pemerintahan saya selalu memutuskan yang terbaik,” jelasnya. Ketenangan itu juga yang membuat suami Michelle Obama tersebut tidak mengalami banyak perubahan selepas meninggalkan Gedung Putih pada 2017.

“Saya rasa Michelle atau teman saya yang lain dapat mengkonfirmasi bahwa saya sesungguhnya tidak banyak berubah ketika menjabat sebagai presiden,” terangnya.

Acara bergengsi yang menghadiran Obama sebagai pembicara tersebut digelar oleh The Growth Faculty, sebuah perusahaan Australia yang khusus menggelar seminar bisnis dengan menghadirkan pembicara ternama internasional.

Beberapa nama besar yang pernah diundang adalah mantan kandidat presiden dari Demokrat Hillary Clinton, peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, dan aktor George Clooney. (Bee 4)