Beerita Indonesia
Beerita.id

Nata De Coco Mengandung Plastik? HOAX!

3

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BEERITA.ID – Gencarnya arus informasi di era digital memang harus disikapi dengan bijak. Termasuk berkembangnya berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Termasuk menyebarnya isu bahwa makanan nata de coco mengandung plastik. Hal itu dengan tegas dibantah oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI).

Organisasi tersebut sangat menyayangkan bahwa video ini dibuat maupun diunggah oleh berbagai kalangan masyarakat, baik dari kalangan bawah hingga atas, baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai macam latar belakang profesi. Dan juga disebarluaskan oleh berbagai kalangan. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukannya edukasi yang baik bagi masyarakat.

”Sesuai visi GAPMMI yang memperjuangkan terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi industri makanan dan minuman melalui pengadaan produk pangan yang aman bagi masyarakat, makanya kami menyelenggarakan diskusi media yang bertujuan untuk mengklarifikasi video hoax yang tersebar sekaligus memberikan edukasi tentang nata de coco,” kata perwakilan GAPMMI.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Ema Setyawati S.Si, Apt.ME Direktur Pengawasan Pangan Olahan Resiko Rendah dan Sedang BPOM RI, dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK Ahli Gizi yang saat ini sedang bertugas di RSU Tangerang Selatan, serta Dr Ing Azis Boing Sitanggang, STP, MSc yang merupakan Ahli Teknologi Pangan dari IPB itu.

Catatan penting tersebut adalah GAPMMI mengapresiasi BPOM RI dan Kemenkominfo RI karena cepat tanggap dalam mengklarifikasi terkait video hoax kepada masyarakat bahwa informasi yang beredar itu tidak benar. BPOM RI sebelumnya telah  melakukan klarifikasi video nata de coco mengandung plastik melalui siaran pers pada tanggal 7 Desember 2019 dan Kementerian Kominfo juga telah menyatakan sebagai disinformasi pada 24 November 2019.

GAPMMI merasa perlu diperkuat edukasi ke masyarakat, dan mengajak masyarakat Indonesia lebih dewasa. Gapmmi menghimbau apabila menerima informasi yang meragukan, agar menghubungi pihak yang berwenang sebelum beropini dan mengunggah ke media sosial.

Tak hanya itu saja, pemerintah juga diminta perlu lebih tegas menindak bagi pembuat konten dan yang menyebarkan video hoax karena mereseahkan dan menggangu masyarakat Indonesia.

Nata de coco sendiri diklaim aman karena menurut Puslit Bioteknologi-LIPI panganan tersebut sebenarnya adalah selulosa murni produk kegiatan mikroba Acetobacter xylinum yang dibuat dari air kelapa dan dikonsumsi sebagai makanan berserat yang menyehatkan. Sehingga bisa menjadi salah satu alternatif pangan sumber serat (dietary fiber). (Bee 3)

You might also like