Ini Dua Poin Kesepakatan yang Diteken Pertamina dengan Pemkab Bojonegoro

Beerita.id – PT Pertamina EP selaku anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu migas, membuat terobosan dengan melakukan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Ini adalah event yang sangat langka dan membahagiakan karena dihadiri oleh stakeholder utama yaitu, Bupati Bojonegoro, Sekjen DEN, Dirjen Migas, Deputi Operasi SKKMigas. Selain itu penandatanganan MOU antara PT Pertamina EP dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Pertamina EP”, ujar President Director PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan dan diskusi sebelumnya yang membahas rencana pemboran di Kabupaten Bojonegoro, dan apa saja kontribusi yang memungkinkan diberikan oleh perusahaan kepada kabupaten Bojonegoro.

Dalam kesempatan ini ditandatangani 2 poin kesepakatan, yaitu rencana pemboran Sumur SKW I005 di Pad C dan pemboran Eksplorasi. “Semoga dengan ditandatanganinya nota kesepahaman hari ini, kedua kegiatan tersebut bisa berjalan lancar, aman, dan memberikan hasil sesuai yang diharapkan”, kata Nanang.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menyampaikan bahwa MOU ini merupakan perikatan yang tertulis secara resmi antara Pemerintah Daerah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

“Kami sungguh mendukung program pemerintah pusat dan operasi perusahaan, termasuk juga proses perijinan, kemudian revisi Rencana Tata Ruang Wilayah untuk kelancaran operasi. Namun demikian kami juga meminta untuk didukung terhadap Tata Kelola Daerah seperti PAD dan mendukung pembangunan di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Anna.

Sementara itu, Deputi Operasi SKKMigas, Julius Wiratno menyampaikan bahwa MOU ini merupakan yang perdana dilakukan di lingkungan SKK Migas dan KKKS. “Kami menyambut baik nota kesepahaman antara KKKS dan pemerintah Kabupaten setempat. Hal ini merupakan Mutual Benefit untuk kedua belah pihak,” ujar Julius.

Lebih lanjut, Julius menambahkan harapan dari SKK Migas, bahwa ke depan kerjasama semakin lebih baik. “Dalam konteks penandatanganan MOU ini, kami melihat di Bojonegoro ini sudah ada Offtaker untuk buyer gas. Hal ini sangat bagus karena hal tersebut berarti sudah ada penjamin untuk gas bisa diproduksikan lebih lanjut,” kata Julius.

Sementara itu, Sekjen Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, mewakili Kementerian ESDM menyampaikan dirinya sangat mendukung terlaksananya Nota Kesepahaman antara Pertamina EP dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara Pemerintah dan Perusahaan. Dan hal ini sesuai dengan kebijakan energi nasional.

“Pemerintah akan mengembangkan sumber energi terdekat dari lokasi pemerintah setempat. Misalnya potensi daerah memiliki potensi gas, maka gas tersebut yang akan didorong untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tersebut,” kata Djoko.

Ditemui di tempat yang sama, Agus Amperianto, selaku Asset 4 General Manager menyampaikan bahwa kesabaran dan kerja keras akan menghasilkan 3 hal yaitu Iman, Harapan, dan Cinta. Iman akan membuat segala sesuatu hal bisa atau mungkin terjadi. Harapan itu akan membuat semua sistem bekerja. Cinta itu akan membuat segala sesuatu akan berakhir dengan indah dan bisa dinikmati bersama. “Apabila kegiatan pemboran ini berhasil maka diharapkan bisa memberi sumbangsih bagi Negara pada umumnya dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro khususnya,” pungkas Agus. (Bee1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.