Cakwe Legendaris di Gang Sempit Pasar Baru

Beerita.id – Siapa sih yang gak tau cemilan cakwe, yang enak dimakan pas panas-panas sambali ditemanin kopi panas atau the panas makin cocok rasanya. Ada cakwe lengendaris di Jakarta loh, terletak di Pasar Baru yang berada di dalam lorong sempit cakwe buatan Ko Atek.

Tidak sulit untuk mencari makanan enak di area Pasar Baru. Wilayah perbelanjaan tradisional yang sudah ada sejak tahun 1820 ini terkenal dengan kuliner ‘hidden gems’ atau kuliner tersembunyi yang wajib dicoba.

Salah satunya cakwe buatan Ko Atek. Terletak di dalam lorong atau gang sempit yang berbatasan dengan pintu belakang Bakmi Gang Kelinci, kedai cakwe Ko Atek ini sudah berdiri sejak tahun 1971 menggunakan resep sederhana yang tak berubah dari 49 tahun lalu. “Saya sejak kecil sudah bantu-bantu orang tua jualan cakwe di sini. Kemudian saya yang meneruskan usaha ini, jadi dulu belajar buat cakwe sama kue bantal itu dari orang tua,” jelas Ko Atek yang dulu merantau dari Medan.

Foto : courtesy instagram @dyanadyaaa

Meski terbilang sederhana tapi cakwe buatan Ko Atek tidak ada duanya. Banyak orang yang harus rela menunggu selama berjam-jam untuk bisa mencicipi cakwe legendaris ini. Karena Ko Atek tidak pernah mau menggoreng cakwe dalam skala banyak, ia punya catatan waktu kapan dia harus menggoreng cakwenya.

“Kalau kata orang-orang yang coba cakwe ini, katanya cakwe ini enak gitu. Banyak yang datang ke saya ingin belajar buat cakwe atau tanya bahan-bahan cakwe, menurut saya semua bahan cakwe yang saya gunakan sama saja seperti yang lain,” jelas Ko Atek yang mahir membuat cakwe sejak usianya 13 tahun.

Bahan-bahan yang digunakannya ada tepung cakra, baking soda atau bahan pengembang, garam, dan air putih. Semua adonan yang sudah jadi kemudian ditutup pakai kain tepung terigu agar adonannya tidak kering.

“Kain tepung terigu ini sudah langka, sudah tidak ada lagi yang jual. Tapi untungnya saya masih punya sisa sedikit kain tepung bisa untuk jualan beberapa puluh tahun lagi,” jawab Ko Atek sambil tertawa.

“Yang terpenting itu ketika mengolahnya. Saya selalu mendiamkan adonan paling cepat 1,5 jam sebelum digoreng. Lebih lama adonan didiamkan maka semakin bagus hasil cakwenya, lalu minyaknya juga harus benar-benar panas. Jadi kalau minyak sudah mulai mengepul asap baru cakwe dimasukkan,” jelas Ko Atek.

Ko Atek mengaku bahwa bumbu rahasianya terletak pada saus cakwe kemerahan yang tidak pernah dia bagikan komposisinya.

Foto : courtesy instagram @vonnyeyd

“Banyak orang yang salah kaprah sebenarnya. Menurut saya yang paling penting dari cakwe itu adalah sausnya, kalau sausnya sudah tidak enak semuanya jadi tidak enak. Tapi kalau sausnya enak namun cakwenya biasa saja pasti masih tertolong,” ungkap pria keturunan Guangzhou tersebut.

Tekstur dari cakwe Ko Atek ini garing di luar tapi lembut di dalam. Ukurannya yang besar dengan warna kecokelatan cerah menambah nilai plus dengan cocolan saus merah rahasia yang enak sedikit gurih dan manis.

Meski tidak menghitung berapa ratus buah cakwe yang bisa terjual setiap harinya. Ko Atek menuturkan bahwa setiap hari dia hanya membuat 10 kg adonan cakwe untuk hari biasa, dan 15 kg adonan cakwe di akhir pekan.

Satu buah cakwe dibanderol Rp 5.000 saja. Setiap harinya Ko Atek berjualan mulai dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore, kecuali setiap Senin yang jadi hari liburnya.

Nah bagi yang ingin mencicipi cakwe legendaris ini pastikan datang lebih awal agar tidak kehabisan ya.


Cakwe Ko Atek
Jl. Belakang Kongsi No.31 (Samping Bakmi Gang Kelinci)
Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Jam Buka: 10.00 – 15.00

(Bee4)

Leave A Reply

Your email address will not be published.