Aksi SMAN Kademangan Blitar Diapresiasi Karena Bikin Masker dan Hand Sanitizer Sendiri

Beerita.id – Dengan ilmu terapan yang didapat, siswa SMAN Kademangan Kabupaten Blitar membuat masker dan hand sanitizer untuk dibagikan ke warga dan petugas puskesmas terdekat.

Kepala SMAN Kademangan, Slamet menyatakan, ide ini berawal saat sekolahnya kesulitan mendapat masker dan hand sanitizer. Padahal sebagai sekolah yang punya program double track, dua barang itu menjadi kebutuhan penting dalam proses belajar mengajar.

Foto : Pixabay

Dari kesulitan itu, Slamet lalu berpikir bagaimana membuat sendiri dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar. Namun dengan kualitas tetap higienis, tidak membuat iritasi dan lebih ramah lingkungan

“Lalu saya melihat banyak lidah buaya di sekitar sekolah, saya bikin racikan yang sesuai standar dan saya minta anak-anak semua juga membuatnya. Masker juga begitu, saya bikin contoh lalu saya minta anak-anak membuatnya juga,” tutur Slamet kepada awak media, Kamis (26/3/2020).

SMAN Kademangan, merupakan satu di antara lembaga pendidikan yang mendapat program double track. Yakni program dinas pendidikan untuk anak-anak SMA yang tidak bisa melanjutkan kuliah, sehingga diberikan tambahan ilmu ketrampilan. Ada 5 skill yang diajarkan, yakni tata boga, tata busana, tata rias, teknik kendaraan ringan dan teknik informatika.

Alkohol sebagai bahan dasar hand sanitizer didapat dari sekolah. Siswa tinggal mengolahnya dengan lidah buaya sesuai dengan cara olah dan takaran yang ditetapkan pihak sekolah.

“Karena lidah buaya makin habis, belum tumbuh yang kecil. Saya mau coba dari bahan daun sirih. Sekarang masih eksperimen dulu,” ungkapnya.

Begitu juga dengan masker yang dibuat dua lapis. Lapisan dalam terbuat dari kain kasa, dan lapisan luar terbuat dari kain katoon. Pihak sekolah menyediakan bahan kain dan siswa menjahitnya sendiri di rumah mereka masing-masing.

Pada masa belajar dirumah ini, mereka semakin memaksimalkan kegiatan untuk membuat hand sanitizer maupun masker kain di rumahnya masing-masing. Dalam sehari, sebanyak 100 botol hand sanitizer bisa diproduksi dan sebanyak 150 lembar masker dijahit sendiri oleh para siswa.

“Semuanya lalu dikumpulkan di sekolah, kemudian kami bagikan. Yang pertama ke warga sekitar, kalau semua sudah kebagian baru kami bagi ke petugas puskesmas. Dan sempat saya bagikan juga ke Dikda Cabang Blitar,” bebernya.

Hand sanitizer dan masker pemberian SMAN Kademangan itu diposting Dikda Cabang Blitar di laman resmi mereka. Rupanya postingan itu mendapat perhatian istimewa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Slametpun diundang menghadap gubernur, Senin (23/3/2020).

Menurut penuturan Slamet, KIP mengapresiasi apa yang dilakukan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Pemprov Jatim bahkan menyediakan alkohol yang saat ini mulai susah didapatkan.

“Tapi harus mengambil sendiri di Surabaya, padahal sana kan episentrum corona. Ya tidak apa-apa, demi kemaslahatan bersama saya akan ambil nanti,” ujar Slamet.

Dinas Pendidikan Pemprov Jatim pun menawarkan bantuan dana. Namun Slamet menolaknya dengan alasan yang sangat rasional.

“Saya tidak sanggup mempertanggungjawabkan dalam laporan. Iya kalau setiap produksi berhasil, kalau tidak bagaimana. Enakan seperti ini saja. Memanfaatkan anggaran sekolah yang ada, kalau para guru atau pihak lain mau donasi njih monggo. Semoga yang kami lakukan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Bee4)

Leave A Reply

Your email address will not be published.