Embran Nawawi bangga minat Millenial terhadap batik

2,001

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

beerita.id – Embran Nawawi seolah menepis pandangan bahwa Millenial tidak begitu minat terhadap batik. Hal itu ia buktikan saat karya fashion di Malang minggu lalu. Total ada 130 anak yang masing masing diberikan tiga lembar kain batik Pamekasan oleh Embran. Batik tersebut digunakan oleh mereka untuk menciptakan karya fashion diatas dummy menggunakan teknik drupping.

Foto : beerita.id

Tantangan yang disambut dengan kolaborasi besar oleh Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan dan SMKN 3 Malang ini terwujud dalam sebuah acara lomba Draping Kain Batik Pamekasan, yang menjadi bagian dari acara GEBYAR BATIK PAMEKASAN 2022 – ROAD SHOW JAWA BALI. Lomba Draping Fashion Batik yang digelar di Malang Town Square menyita banyak perhatian karena merupakan acara lomba draping terbesar yang pernah ada, dengan melibatkan 3 jurusan di SMKN 3 malang yaitu Tata Busana, Fashion Desain, dan Fashion Bisnis dari kelas 12 maka lengkaplah 130 anak dengan jumlah batik Pamekasan yang digunakan 390 lembar.

Foto : beerita.id

Lomba ini dibuka dengan biaya pendaftaran Rp 150.000,- yang sebenarnya merupaka sebuah transaksi jual beli batik pada umumnya, karena uang pendaftaran digantikan dengan batik sebanyak 3 lembar yang per lembarnya seharga Rp 60.000,-. Secara tidak langsung acara ini mengangkat penjualan para perajin batik di pamekasan karena langsung terjual sebanyak 390 lembar batik, ungkap kepala Disperindag Pamekasan bapak Achmad Sjaifudin.

- Advertisement -

Achmad juga mengungkapkan rasa harunya melihat antusias generasi muda menggunakan batik ini, biasanya beliau hanya melihat orang dewasa yang tertarik dengan batik. Ini merupakan cara terbaik bagi kami untuk memperkenalkan batik Pamekasan pada generasi muda yang juga pelaku fashion serta pengguna, dengan demikian makan saya yakin nanti diusia mereka sudah memiliki penghasilan maka mereka akan terbiasa belanja batik maupun fashion batik.

Lomba ini tidak memilih juara seperti lomba pada umum nya, tetapi sistim penilaian dengan menggunakan 1.000 stiker yang disebar ke pengunjung MATOS untuk mereka bebas memilih karya yang mereka suka. System ini lebih terbuka dengan meilihat selera pasar dari karya draping nya, warna batik nya hingga desain batiknya. Terpilih 7 terbaik dengan stiker paling banyak dan 3 pilihan designer Embran Nawawi yang memang ahli dalam mendraping dengan penilaian mengacu pada logika draping, Teknik draping dan total look dalam fashion.

Foto : beerita.id

Siapapun pemenangnya seluruh peserta merasa puas dengan lomba terbesar ini karena masing-masing peserta mendapatkan piagam penghargaan sebagai partisipan dan pengguna batik Pamakesan dari Disperindag.

Embran Nawawi merasa mulai melihat titik terang untuk dapat memberi pengetahuan batik pada generasi muda, yang setidaknya saya bisa melihat selera mereka dari cara mereka memilih batik yang mereka suka karena ini sudah saya lakukan sejak tahun 2009 saat batik Indonesia menjadi Batik warisan budaya dunia. Fashion batik sudah benar benar siap go global jika peminat dari generasi muda mulai menuntut trend nya bagi mereka

Get real time updates directly on you device, subscribe now.