HI UINSA Prediksi Relasi Indonesia – Tiongkok Pasca Pandemi

370

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Pandemi Covid-19 memang merubah semua tatanan kehidupan. Semua sektor terdampak. Ekonomi, kuliner, apalagi kesehatan. Virus ini awalnya ditemukan di Wuhan, China. Lalu menyebar ke hampir seluruh negara. Tak terkecuali Indonesia. Oleh sebab itu pasti juga akan mempengaruhi hubungan antar negara. Termasuk Hubungan bilateral Indonesia dengan China.

Berawal dari pemikiran inilah maka Prodi Hubungan Internasional (HI) FISIP UIN Sunan Ampel bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri mengadakan Webinar pada Kamis (30/07/20). Dengan tema  Relasi Indonesia-Tiongkok di masa pandemi; peluang dan tantangan. Webinar tersebut dihadiri oleh  Rektor UINSA,  Prof. Masdar Hilmy dan Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri.

Menyambung apa yang disampaikan oleh rektor UIN Sunan Ampel tersebut, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, dalam kapasitasnya sebagai Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan pentingnya menjaga relasi antara Indonesia-Tiongkok pasca wabah covid 19. Dalam paparannyi, Ina menyampaikan beberapa fakta pada perkembangan sosial, ekonomi, dan politik terkait relasi kedua negara saat wabah terjadi.

Salah satunya adalah tentang peluang peningkatan kerjasama dalam bidang ekonomi, pendidikan, militer, dan juga kesehatan setelah masa wabah ini berjalan. “Ke depan, peluang peningkatan kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi sangat potensial untuk menguatkan hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Pada sesi selanjutnya dilakukan presentasi dari beberapa narasumber yang sengaja dihadirkan pada kesempatan tersebut. Narasumber pertama adalah Listyowati yang sehari-harinya menjadi tenaga Fungsional Diplomat Ahli Madya BPPK Kemenlu. Berikutnya adalah Dyah Lestari Asmarani, Kepala Pusat P2K2 Aspasaf BPPK Kemenlu, M. Fathoni Hakim, Kaprodi HI FISIP UINSA, dan Novi Basuki, Kandidat Doktor Sun Yat Sen University, Guangzhou, China. Webinar itu sendiri dimoderatori oleh Zakky Ismail yang juga menjadi Sekretaris Prodi HI FISIP UIN Sunan Ampel.

Previous
Next
Proses Webinar

Setelah moderator membuka dan mempersilahkan narasumber memaparkan materi, tampil dalam kesempatan pertama Listyowati. Dalam pemaparannya, Tenga Fungsional Diplomat Ahli Madya BPPK di Kemenlu ini menyampaikan beberapa data yang mengilustrasikan berbagai perkembangan tentang hubungan person of person antara warga kedua negara. “Memang wabah covid ini ini sangat mempengaruhi hubungan kedua negara, namun kita harus tetap menjaga hubungan yang beberapa di antaranya pada aspek pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.” Ujarnya.

Pada sesi berikutnya, Kepala Pusat P2K2 Aspasaf BPPK Kemenlu menyampaikan pemaparan. Kesempatan itu digunakannya untuk menyampaikan rasa syukurnya atas webinar saat itu sebagai wujud kerjasama antara FISIP UIN Sunan Ampel dengan Kemenlu. Memang kegiatan webinar itu terselenggara atas Kerjasama antara BPPK Kemenlu dengan FISIP UINSA yang kemudian dirangkai dengan diadakannya riset tentang prediksi masa depan relasi antara Tiongkok dan Indonesia pasca wabah covid 19. “Mungkin orang yang paling bersyukur saat ini adalah saya karena kita bisa bekerjasama antara BPPK dan FISIP UINSA dalam bentuk webinar dan penelitian.” Tegasnya.

Senada dengan dua narasumber sebelumnya, Fathoni Hakim dan Novi juga menyatakan hal yang sama pada webinar saat itu. Keduanya menyampaikan bahwa sejarah hubungan antara masyarakat Nusantara dan Tiongkok di masa lalu menjadi pondasi yang kuat dalam mengikat hubungan kedua negara dalam menghadapi wabah yang sedang terjadi. Relasi antar komunitas dan individu yang secara langsung maupun tidak langsung telah terkoneksi jauh sebelum wabah covid ini terjadi, menjadi penguat sekaligus pengikat hubungan keduanya.

Webinar tersebut juga menjadi tanda dari dimulainya kerjasama antara FISIP dengan BPPK Kemenlu. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kontrak Kerja antara BPPK dan FISIP UINSA. Kerjasama tersebut terkait dengan kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan beberapa bulan ke depan oleh civitas akademika FISIP terkait dengan tema masa depan hubungan Indonesia dan Tiongkok pasca wabah covid yang terjadi.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.