Inspiratif! Semangat Hijrah ala Erwin Raja

1,238

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beerita.id – “Berkhidmatlah kepada agama Allah, insyaAllah dunia akan berkhidmat kepadamu,” kalimat sederhana namun penuh makna meluncur dari mulut Erwin Amirul Yusuf Raja di pelataran Masjid Nabawi Madinah pekan lalu.

Usai menunaikan shalat Isya yang syahdu, Erwin berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya. Pria murah senyum itu merupakan sosok penting di balik layar dunia entertain tanah air. Pengalamannya cukup panjang, hampir dua dekade. Berbagai bidang pernah dia geluti, mulai dari radio, event organizer, hingga pertelevisian. Prambors, Colors, Istara, TransTV, Kompas TV dan beragam perusahaan besar lain pernah menjadi bagian dari cerita panjang kehidupannya.

Erwin mantap mewakafkan dirinya di jalan Allah. FOTO : Instagram

Banyak program-program menarik di layar kaca hadir dari tangan dinginnya. Sebut saja program Hafiz Indonesia yang tayang di salah satu televisi swasta tanah air. ”Itu merupakan ikhtiar saya melahirkan generasi-generasi pencinta Alquran,” katanya.

Namun perjalanan panjang di bidang entertainment itu resmi dia akhiri 2016 silam. Erwin memutuskan memilih jalur berkhidmat untuk agama Allah. Dia terjun total untuk melayani ulama. Seperti mengantarkan para dai ke tempat pengajian, mengundang ulama-ulama dari Mekkah dan Madinah untuk tausiah di Indonesia, sampai mengadakan kegiatan musyawarah ulama sedunia. ”Keputusan itu karena saya menyadari, Allah itu sudah baik banget ke saya, tapi sayanya masih setengah-setengah dalam beribadah.”

Satu peristiwa yang menyadarkannya akan kebesaran Sang Khalik adalah ketika putra kembarnya, Al Ghozali dan Al Khalifi berhasil menjadi seorang hafiz Alquran di usia mereka yang masih 3,5 tahun. Bahkan, di usia itu pula, karena kemampuannya, Si Kembar mendapat undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji bersama kedua orang tuanya, dalam hal ini Erwin dan istrinya.

”Saat berhaji itu, saya berdoa di tempat-tempat mustajab untuk diberikan keteguhan hati agar tetap memiliki niat lurus dalam berhijrah. Mulai dari sana saya mewaqafkan diri di jalan Allah,” ujar pria 38 tahun itu.

Namun, sebelum mantap hijrah, tentu tidak mudah bagi Erwin melepas segala atribut keduniawiannya. Apalagi, di televisi tempat bekerja sebelumnya, Erwin memegang jabatan yang cukup prestise. ”Sempat khawatir dan bertanya dalam hati, bulan depan makan apa ya. Anak-anak sekolah bayar pakai apa ya? Tapi semua itu sirna ketika ingat bahwa kita ini merupakan hamba dari Dzat yang Maha Kaya. Ngapain takut. Selama niatnya baik, Bismillah,” ucapnya yakin.

Karena keyakinan itu dia mantap untuk resign. ”Padahal saat resign sebelumnya saya selalu memastikan diri sudah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan baru. Nah yang terakhir ini sama sekali tidak ada. Semua lillahitaAllah saja,” ujar Erwin.

Untungnya sang istri mendukung penuh langkahnya.

- Advertisement -

Tak cukup sampai di situ, pada April 2018 lalu, Erwin kembali memantapkan hatinya untuk tak sekadar berkhidmat pada ulama, tetapi juga pada umat Islam secara langsung. Caranya adalah dengan bersama-sama sahabatnya, dia mulai mengadakan event-event yang mampu menjadi wadah umat muslim untuk belajar dan bersilaturahmi. Seperti Hijrah Fest dan berbagai tabligh akbar.

Erwin (tengah, bertopi) bersama sahabat-sahabatnya di suatu event

Dia juga mulai memfasilitasi keinginan umroh dari masyarakat dengan menyediakan layanan yang sangat terjangkau. ”Karena saya percaya, semua orang InsyaAllah bisa ke Tanah Suci. Perjalanan spiritual ke Mekkah dan Madinah bukan soal materi tetapi kerinduan akan panggilan Ilahi,” jelasnya.

Erwin membentuk Umroh Backpacker. Di saat biro perjalanan lain menawarkan harga tinggi, pemilik akun @ayahkembar di Instagram itu malah memberikan harga murah yang berbeda hingga 40 persen dibandingkan rate umroh reguler. Tak ayal, biro umroh miliknya langsung diminati umat muslim Indonesia.

8 generasi yang dia siapkan sudah full booked hingga akhir 2019. Hingga tulisan ini diturunkan, Erwin sudah memberangkatkan ratusan orang yang tergabung dalam empat generasi.

Di awal Maret 2019, Erwin mengubah nama Umroh Backpacker menjadi Bisaumroh. ”Itu berdasarkan pada masukan dari jamaah yang sudah berangkat. Bahwa tidak ada item backpacker sama sekali, bahkan yang mereka rasakan adalah umroh murah dengan fasilitas setara umroh reguler bahkan ada yang merasa lebih,” katanya.

Bersama Ustad Abdul Somad (UAS)

Ya, harga murah dengan fasilitas berkualitas yang ditawarkan Erwin memang membuat jamaah merasa umroh dengannya melebihi ekspektasi. Hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, menu Indonesia yang lezat, hingga pemilihan pesawat yang berkualitas menjadi salah satu aspek penilaian.

Kesibukan tambahan Erwin adalah terus berkeliling Indonesia untuk mencari marbot atau pengurus masjid yang tidak mampu tapi memiliki keinginan tinggi untuk umroh. Nantinya orang tersebut akan diumrohkan secara gratis dari donasi yang terkumpul di setiap generasi pemberangkatan umroh.

Setiap generasi umroh miliknya, Erwin memang membuka kesempatan berdonasi bagi para jamaah. Untuk generasi 4 yang baru saja berangkat, berhasil mengumpulkan uang senilai lebih dari Rp 28 juta.

Lantas apa mimpi yang belum terwujud baginya? Erwin menjawab ingin terus bermanfaat bagi umat dan meninggal secara husnul khotimah. ”Saya berharap apa yang saya miliki : ilmu, harta, dan segala hal lainnya bisa berguna dan dimanfaatkan di jalan Allah. Makanya, saya senang, dulu tugas saya adalah mengumpulkan penonton untuk menonton musisi di panggung. Kini, beralih mengumpulkan umat untuk menonton ulama memberikan tausiah di panggung.” (bee 4)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.