Kyai Ahmad Dahlan : Sang Pembangkit Kesadaran Bangsa

6,479

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

beerita.id – Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis Al Zamatkhan adalah pahlawan nasional yang juga merupakan pendiri Muhammadiyah. Lahir pada tanggal 1 Agustus 1868 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara dari keluarga KH Abu Bakar Al Zamatkhan seorang ulama dan khatib terkemuka di masjid besar kesultanan Yogyakarta.

Foto : –

Kyai haji Ahmad Dahlan termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim (salah seorang yang terkemuka dari Walisongo) Pada umur 15 tahun Muhammad Darwis pergi ke Mekkah selama lima tahun untuk menimba ilmu dan berinteraksi dengan pemikiran pemikiran pembaru dalam ajaran Islam, seperti Muhammad Abduh, Al Afghani, Rasyid Ridho, dan Ibnu Taimiyah. Ketika kembali ke kampungnya ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903 ia bertolak kembali ke Mekkah dan menetap selama dua tahun, dan pada saat itu sempat berguru kepada syech Ahmad khatib yang juga guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari.

Sepulang dari Mekah ia menikah dengan Siti Walidah yang merupakan sepupunya sendiri anak kyai penghulu Haji Fadhil yang kelak dikenal dengan nyai Ahmad Dahlan dari perkawinan tersebut Ahmad Dahlan dikaruniai enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Ahmad Dahlan juga pernah menikahi Nyai Abdullah, Nyai Rum dan nyai Yasin. Ahmad Dahlan juga mempunyai putra dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah yang bernama Dandana.

- Advertisement -

Foto : –

Pada tahun 1912 Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita cita pembaharuan Islam di bumi Nusantara dan sejak awal Ahmad Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.
Disamping aktif mencetuskan gagasan di dalam gerakan dakwa Muhammadiyah ia juga sebagai seorang wirausahawan yang berhasil dengan berdagang batik.

Ahmad Dahlan meninggal di Yogyakarta pada tanggal 23 Februari 1923 dalam usia 54 tahun. Karena jasa jasanya dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pendidikan dan pembaharuan Islam, maka pemerintah republik Indonesia menetapkan sebagai pahlawan nasional dengan surat keputusan presiden no 657 tahun 1961.

Ahmad Dahlan mempunyai silsilah sebagai berikut : Muhammad Darwis bin Abu Bakar bin kyai Ilyas bin kyai Sulaiman bin Tenang Jurukapindo bin temang jurung sapisan bin kyai Grebek bin kyai Ishak bin Husein Jamaluddin Akbar bin Ahmad Syah Jalaluddin bin Amir Abdullah Azmatkhan bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Amil Faqih bin Muhammad Shohib Mirbat bin Ali Khalil Qasam bin Alwi Shohib baiti Jubair bin Muhammad Shohibus Sauma bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa bin Muhammad An Naqib bin Ali bin Imam Ja’far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad Al Baqir bin Imam Ali bin Husain bin Imam Husain asy Syahid bin Ali bin Abi Thalib*

Get real time updates directly on you device, subscribe now.