LAFAYETTE SANG PAHLAWAN DUA DUNIA

2,294

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

beerita.id – Kota Paris memang memiliki banyak julukan. Misalnya The City of Love karena suasanya kotanya yang penuh cinta. Ada lagi yaitu City of Light (La Ville Lumière). Sebutan itu disematkan karena perannya dalam Masa Pencerahan pada abad ke-17 dan abad ke-18. Alasan lainnya adalah Paris merupakan salah satu kota besar pertama di Eropa yang menggunakan penerangan jalan berbahan bakar gas. Namun, bagi saya yang terbiasa menikmati seni, kota ini lebih dari itu semua. Bahkan saya memiliki julukan tersendiri, yaitu city of monument.

Foto : beerita.id

Kota ini memang dipenuhi oleh monumen. Satu yang pasti Anda tahu yaitu menara Eiffel yang sudah terkenal hinga ke ujung dunia itu. Tetapi, dibalik tingginya menara tersebut, kota ini juga dipenuhi oleh monumen dan patung bersejarah yang tersebar di seluruh sudut kota.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah patung Lafayette. bila kita mengunjungi kota Paris tepatnya di sepanjang Jardin d’Erevan, Cours la Reine di samping kanan sungai Seine, disitu kita bisa menikmati patung patung yang sangat artistik. Termasuk patung Lafayette yang lagi menunggang kuda dengan tangan memegang pedang menghadap Place de la Concorde. Patung ini terbuat dari perunggu yang mempunyai tinggi 6,4 meter
.
Marquis De la Fayette atau biasa disebut Lafayette (1757-1834) lahir di Auvergne Perancis. Ia adalah seorang jenderal dalam perang Revolusi Amerika dan juga pemimpin Garde Nasionale selama Revolusi Perancis.

- Advertisement -

Foto : beerita.id

Awalnya monumen ini diprakarsai oleh seorang Amerika asal Chicago bernama Robert J Thomson pada tahun 1898 dan disetujui oleh pemerintah Perancis. Ia mengumpulkan dana melalui anak anak sekolah di Amerika Serikat yang bertujuan untuk memperingati Lafayette, dana yang terkumpul mencapai 50.000 Dolar, oleh karena itu dikenal juga sebagai patung anak Lafayette.

Dan pada tahun 1899 pematung kelahiran Amerika Paul Wayland Bartlett (1865-1925) yang saat berusia 9 tahun pindah ke Paris dan belajar seni pahat di bawah bimbingan Emmanuel Fremiet yang terpilih untuk mengerjakan patung berkuda perunggu Lafayette. Patung ini dirancang oleh arsitek asal Amerika kelahiran New York City Thomas Hastings.

Di bawah patung terdapat prasasti yang berbunyi “di dirikan oleh siswa sekolah Amerika Serikat untuk mengenang Negarawan, Pejuang, Patriot Lafayette.

Lafayette dianggap sebagai pahlawan Amerika yang memiliki julukan pahlawan Dua Dunia. Lafayette juga membantu menulis Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.