Keren! Mantan Pecandu yang Sukses Menginspirasi Banyak Orang

193

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Foto Instagram

Beerita.id – Robert Downey Jr mengajarkan pada dunia, dimana ada kemauan untuk berubah lebih baik, pasti ada jalan. Jauh sebelum namanya dikenal sebagai Tony Stark alias Iron Man, Robert sempat terpuruk. Kecanduannya pada narkoba membuat karir yang sudah dia bangun runtuh seketika. Ironisnya, perkenalannya pada barang haram itu justru dari orang dekat. Untung dia bisa kembali sukses. Berikut kisahnya.

“I’m Iron Man.” Pengakuan mengejutkan itu sontak mengagetkan puluhan jurnalis yang berkumpul di sesi press conference. Tak ayal kilatan lampu kamera sekaligus pertanyaan yang bertubi-tubi dilontarkan pada Tony Stark.

Akting Robert Downey Jr yang begitu apik membuat karakter Tony Stark dalam film Iron Man yang publish utnuk pertama kali di 2008, seperti benar-benar ada di dunia nyata. Di film itu Robert berhasil membayar kepercayaan penuh dari sutradara, Jov Favreau. Sebab, bagi Jon, memilih Robert adalah sebuah perjudian. Itu tidak lepas dari masa lalu sang aktor kelahiran New York 4 April 1965 tersebut.

Robert merupakan bungsu dari dua bersaudara pasangan Robert Downey Sr dan Elsie Ford. Robert junior dibesarkan di keluarga seniman film. Sang ayah dikenal sebagai sineas yang kerap menyutradarai film independen. Sedangkan sang ibu, merupakan seorang artis.

Foto Instagram

Sejak kecil berkutat dengan film membuat Robert jatuh hati pada bidang seni ini. Tak heran, pada usia 5 tahun, dia mulai debutnya di dunia akting dengan bermain di film Pound yang tayang tahun 1970. Film itu adalah karya sang ayah.

Beranjak remaja, Robert yang serius untuk meniti karir sebagai seorang aktor memilih untuk bersekolah di Stagedoor Manor Performing Arts Training Center di New York. Tak lama setelah perceraian orang tuanya di tahun 1978, Robert pindah ke California dan tinggal bersama ayahnya. Saat di California, Robert sempat menempuh pendidikan di Santa Monica High School tetapi kemudian keluar dan kembali ke New York untuk mengejar impiannya sebagai seorang aktor.

Robert melewati masa remajanya dengan penuh perjuangan. Saat berusia 20 tahun, Robert mendapat peran untuk bermain di acara televisi, “Saturday Night Live” (SNL). Namun, setahun setelah terpilih, Robert dipecat demi menyelamatkan acara yang waktu itu mendapat rating terendah dan dikritik karena menampilkan karakter pemain yang biasa-biasa saja.

Kegagalan itu tidak menyurutkan niatnya menjadi aktor. Dia pun mencoba peruntungannya di beberapa film, seperti Tuff Turf yang tayang tahun 1985, Chances Are pada 1989, dan film yang juga dibintangi sahabat karibnya, Mel Gibson, Air America di tahun 1990.

Namun, kesuksesan baru benar-benar menghampirinya kala Robert berperan sebagai Charlie Chaplin di film Chaplin yang tayang tahun 1992. Di film ini pula terlihat keseriusan Robert dalam belajar akting. Buktinya, untuk perannya itu, dia rela belajar bermain biola, tenis, bahkan sampai menyewa pelatih pribadi yang membantunya membentuk postur tubuh sekaligus gaya mirip Charlie Chaplin.

- Advertisement -

Foto Instagram

Berkat kerja kerasnya, Robert berhasil meraih nominasi pertama di panggung Oscar untuk kategori Best Actor. Namun, akting memukau Al Pacino lewat film Scent of a Woman memupuskan mimpi Robert. Sukses sebagai Charlie, Robert mulai mendapat banyak tawaran untuk bermain film Hollywood, sebut saja Heart and Souls (1993), Only You, Natural Born Killers dan Richard III.

Sayang, di tengah hingar bingar karirnya yang mulai menanjak, Robert terpeleset masalah fatal. Dia terjerumus menjadi pecandu obat-obatan terlarang. Tak terhitung berapa kali dia ditangkap dan direhabilitasi antara tahun 1996 hingga 2001.

Saat ditangkap terakhir kali, dengan jujur Robert mengungkapkan sisi gelapnya bahwa dia telah menjadi pencandu sejak berusia delapan tahun. Ironisnya, sang ayahlah yang pertama kali mengenalkan benda haram itu pada dirinya. ”Karena dia juga seorang pemakai,” katanya.

Tak hanya ditangkap karena kepemilikan heroin dan kokain, dia juga ditangkap karena memiliki senjata ilegal. Robert bahkan berkali-kali keluar masuk penjara akibat ulahnya itu. Akibat dari perbuatannya, karir Robert sebagai aktor pun terancam. Meski demikian dia masih menyempatkan diri untuk tampil di beberapa episode serial televisi Ally McBeal yang populer di awal dekade 2000an.

Foto Instagram

Titik balik kehidupan Robert dimulai tahun 2001. Dia yang merasa sudah lelah menjalani hidupnya yang penuh masalah itu bertekad untuk berubah dan lebih serius menjalani rehabilitasi.

Keseriusan itu dia tandai dengan makin fokus dalam berakting. Salah satunya saat menjadi model dalam video klip single Elton John, I Want Love. Sutradara video musik tersebut, Sam Taylor-Wood, memuji penampilannya yang terlihat lebih santai dan segar. Namun, kembali bekerja tak semudah seperti membalikkan tangan. Beberapa studio besar enggan memberinya tawaran karena khawatir dengan kebiasaan buruk Robert.

Untungnya Robert memiliki sahabat karib, Mel yang sangat peduli padanya. Berkat Mel, Robert berhasil mendapatkan peran di mini seri TV The Singing Detective yang tayang tahun 2003. Bahkan Mel pula yang bersedia menjadi penjamin apabila Robert melanggar kontrak.

Berkat penampilannya di film tersebut, para produser studio Hollywood mulai percaya bahwa dia telah berubah dan memberinya tawaran untuk bermain di film-film besar. Seperti Gothika, Kiss Kiss Bang Bang, The Soloist, Sherlock Holmes, dan tentunya Iron Man.

Fakta tentang Robert Downey Jr

  • Sebagai seorang yang berzodiak Aries, Robert dikenal cerdas, mau belajar, dan rela berkorban untuk orang yang dicintainya
  • Terlepas dari masa lalunya yang penuh kontroversi, Robert tetaplah seorang aktor yang disegani. Berbagai penghargaan pernah dia terima, di antaranya dua nominasi Academy Awards, tiga piala Golden Globe, serta puluhan piala lain.
  • Sebelum menjadi aktor terkenal, Robert pernah bekerja di sebuah restoran dan toko sepatu. Dia juga pernah drop put dari sekolahnya saat berusia 17 tahun.
  • Robert memiliki darah campuran. Nenek moyang ayahnya berdarah Yahudi, Irlandia, Hungaria, dan Lithuania. Sementara dari nenek moyang ibunya berasal dari Skotlandia, Jerman, serta Swiss-Jerman.
  • Downey menikahi istri pertamanya, Deborah Falconer, setelah berpacaran selama 42 hari saja.
  • Sebelum tampil dalam Iron Man (2008), Downey telah bermain dalam tiga film bersama tiga aktor yang pernah memerankan Batman: dengan George Clooney dalam Good Night, and Good Luck. (2005); dengan Val Kilmer dalam Kiss Kiss Bang Bang (2005); dan dengan Michael Keaton dalam Game 6(2005).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.