MENGENANG JASA SULTAN SYARIEF KASIM

2,999

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

beerita.id – Mari mengenang Yang Dipertuan Besar Syarief Kasim Abdul Jalil Syaifuddin atau lebih populer dipanggil Sultan Syarief Kasim II. Sultan dari Siak itu telah menjadi pemimpin pada usia 21 tahun, menggantikan ayahnya Sultan Syarief Hasim. Lahir pada tanggal 1 Desember 1893 di Siak Sri Indrapura, Riau dan merupakan Sultan ke 12 di kesultanan Riau.

Ia adalah keturunan Arab Yaman yang sangat getol dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan setelah proklamasi 17 Agustus 1945 Sultan Syarief Kasim menyatakan Kesultanan Siak sebagai wilayah di Indonesia. Tak hanya itu saja, Sultan Syarief Kasim dengan sukarela menyumbangkan harta kekayaannya sebesar 13 juta Gulden atau setara dengan Rp 1.000 triliun lebih dan juga mahkota beserta istananya untuk pemerintah Indonesia.

- Advertisement -

Sultan Syarief Kasim juga berjasa melakukan pendekatan kepada raja raja di Sumatra Timur untuk memihak kepada Republik Indonesia. Sultan Syarif Kasim adalah seorang terpelajar dan bercita cita untuk membuat seluruh lapisan masyarakatnya mengenyam pendidikan. Maka dari itu Sultan Syarief Kasim mendirikan sekolah dasar yang pertama di Riau. Dalam kurikulum yang memadukan unsur agama (Islam) dan nasionalisme maka pada tahun 1917 berdirilah Taufiqiyah Al Hasyimiah. Tak berhenti disitu permaisuri Sultan Syarief Kasim II Syarifah Latifah juga turut mendirikan sekolah khusus untuk perempuan yang pertama di Riau yang diberi nama Madrasah Latifah diresmikan pada tahun 1926 tapi Syarifah Latifah tidak berumur panjang maka madrasah tersebut diteruskan oleh permaisuri kedua, permaisuri kedua juga mendirikan asrama putri, taman kanak-kanak dan juga mendirikan sekolah perempuan yang lain yang diberi nama Madrasatul Nisak.

Sultan Syarief Kasim tak henti hentinya menentang penjajahan Belanda. Salah satunya dengan memberikan bantuan kepada pemberontakan “si Koyan” ini terjadi pada tahun 1931 yang dilakukan oleh mereka yang tak Sudi dijadikan budak pekerja paksa dan juga sultan Syarief Kasim memberikan bantuan untuk memperkuat benteng benteng pertahanan rakyat, sultan Syarief Kasim juga menentang Romusha oleh penjajah Jepang.
Sumbangan terbesar Sultan Syarief Kasim berupa harta kekayaannya untuk mendukung berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia, melalui pesan kawat kepada presiden RI pertama tertanggal 28 November 1945 Sultan Syarief Kasim menyatakan dukungan bahwa kesultanan Siak Sri Indrapura berdiri teguh di belakang Republik Indonesia.
Sultan Syarief Kasim meninggal pada usia 74 tahun di Pekanbaru Riau pada tanggal 23 April 1968 atas jasa jasanya maka nama Sultan Syarief Kasim diabadikan menjadi nama bandar udara Internasional Sultan Syarief Kasim II di Pekanbaru Riau.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.