Gelar Pameran untuk Perangi Covid-19

695

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beerita.id – Terlihat beberapa pengunjung sedang mengamati karya lukisan dari seniman yang tergabung dalam komunitas Surabaya Art Society. Ya, SAS memang sedang menggelar pameran seni di IGOR’S yang terletak di jalan Biliton Surabaya.

Mereka membuat pameran dengan mengusung tema “Merdeka dari Covid-19”. Mulai dari seni lukis, seni fotografi hingga seni photo painting, dipamerkan menjadi satu. Pameran berlangsung dari 1 Agustus 2020 sampai 2 bulan mendatang.

Haidar Muhammad – Beerita.id

SAS memang punya gaya sendiri untuk membuat sebuah pameran. Jika pada umumnya sebuah komunitas hanya terdiri atas satu bidang yang sama, tidak untuk komunitas yang diketuai oleh Rasmono Sudarjo ini.

Mempunyai latar belakang yang berbeda-beda dalam seni tidak membuat mereka tak bisa bersatu. Justru perbedaan tersebut yang menyatukan sepuluh orang yang mempunyai konsentrasi seni yang berbeda.

Di pameran seni kali ini ada 30 lukisan dari 11 pelukis komunitas SAS. Diantaranya adalah

Cheryl Sjahandi, Astralin, Denny D’Colo, Cing Iko, Kwangsan, Rasmono Sudarjo, Sherine, Agus Kemas, Tonny Johan, Dewi Go dan Rahmansyah.

Haidar Muhammad – Beerita.id

- Advertisement -

Rasmono, karyanya sudah terbeli sebelum sebelum dipamerkan. Lukisan itu bertajuk “Surabaya Juang”. Dalam kanvas berukuran 100 X 150 cm itu Rasmono menggambarkan sebuh pertempuran yang tengah melawan pasukan Inggris. Banyak pejuang gugur. Namun, pada akhirnya Surabaya tetap menang.

Bukan tanpa sebab Rasmono membuat lukisan itu, melainkan mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo dulu. “Sekarang arek-arek Suroboyo juga berjuang. Berjuang melawan covid-19. Kita harus merdeka dari virus ini” ujar laki-laki berumur 74 tahun itu.

Salah satu lukisan yang menarik adalah milik Denny. Lukisan ini selesai satu jam sebelum pameran dimulai. Lukisan ini juga merupakan yang pertama, setelah 20 tahun vacum didunia lukis. Denny memberi julukan lukisan itu dengan “Air Berkat”. Diatas kanvas 50 X 70 cm Denny memaknai bahwa berkat yang diterima manusia wajib disalurkan ke sesama, hingga ke tempat yang tak terlihat indra penglihatan manusia. “Apalagi ada pandemi begini, kita harus selalu membantu sesama”. Ucap Denny.

Kehadiran Surabaya Art Society mendapat respon baik dari banyak seniman di Surabaya, karena tidak hanya mewadahi pelukis tapi juga fotografer. SAS sendiri sebelumnya sudah melakukan pameran seni sebanyak 5 kali.

Haidar Muhammad – Beerita.id

Tak hanya untuk pameran saja. SAS berinisiatif dari hasil jual 50% akan disumbangkan kepada korban covid-19 melalui Yayasan IC3 (Indonesia China Cross Culture) Surabaya.

Pada kesempatan itu, Rasmono menyampaikan bahwasannya meskipun kita dirumah saja harus tetap berkarya. Karena dengan berkarya, pasti akan melatih kreatifitas.

Mengingat pameran ini diselenggarakan saat pandemi. Ada protokol kesehatan yang ketat.  Seperti jumlah pengunjung dibatasi, harus cuci tangan, lolos pemeriksaan suhu tubuh, dan jaga jarak. Segalanya dilakukan untuk membuat pameran seni menjadi aman dan nyaman.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.