Pendatang Baru yang Disegani

1,386

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jawa Timur akan mengadakan pemilihan Koko Cici perdananya. Nantinya pasangan yang terpilih akan mewakili Jawa Timur di kancah nasional pada tahun berikutnya. Sebagai perbandingan, Jakarta telah melakukannya sejak 2002. Pemilihannya dilakukan setiap tahun. Hanya saja tahun 2010 dan 2014 ditiadakan.

Koko dan Cici Nasional 2018, Steven Tanuwijaya dan Fransciska Karundeng kompak mengatakan bahwa Jawa Timur akan bisa manjadi ancaman bagi kandidat lain. “senang sih dengernya kalau Jawa Timur nanti akan berpartisipasi. Karena Jatim itu potensial,” ujar Fransciska. Di tempat berbeda, Steven juga mengatakan hal yang senada. “Jawa Timur ini memiliki kompetensi yang baik. Budaya Tionghoa juga sangat kental di sana. Terutama Surabaya,” katanya.

Budaya Tionghoa memang sangat kental di Jawa Timur. Ada  daerah yang memiliki chinese town. Misalnya daerah Kya Kya di Surabaya. Banyak klentheng di sana. Termasuk Klentheng Hok An Kiong yang berada di Jalan Coklat. Tertua di Surabaya. Ada lagi Masjid Muhammad Cheng Ho di beberapa kota di Jawa Timur yang juga menjadi bukti keberagaman.

- Advertisement -

Kebudayaan Tionghoa sangat mengakar di daerah ini. Apalagi syarat untuk menjadi Ko Ci tidak hanya berparas menawan atau beauty pageant saja. Pengetahuan terhadap Tionghoa menjadi nilai plus tersendiri. Menariknya lagi, peserta yang tidak hanya dari etnis Tionghoa saja. Bebas. Asalkan mengerti budaya Tionghoa.

“ini adalah kontes kebudayaan bukan kontes etnis,”

Lily Yoshica, Ketua penyelenggara Koko Cici Jawa Timur 2020

Melihat hal tesebut, rasanya wajar jika Provinsi Jawa Timur ingin mengadakan pemilihan Koko Cici tahun ini. Pemilihan Koko Cici ini bertujuan sebagai wujud dari minat besar generasi muda untuk menghidupkan kembali kekayaan seni dan budaya khas dari masyarakat Tionghoa, sebagai salah satu daya tarik wisata Indonesia.

“Seiring berkembangnya zaman, kebudayaan di Indonesia ini mulai luntur termasuk budaya Tionghoa,” ujarnyi. Lily juga berharap bahwa penyelenggaraan ini nanti ya dapat mendorong generasi muda untuk semakin mencintai budaya Indonesia. Terutama memperkenalkan dan melestarikan budaya Tionghoa di Indonesia. Tetapi tanpa mengurangi rasa kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.