Place de la Concorde Alun-Alun Terbesar di Kota Paris

beerita.id – Berjala-jalan di kota Paris tentu akan memberikan pelajaran tentang sejarah dan juga keindahannya, kota ini dikenal dengan banyak nama seperti kota cahaya, kota cinta, juga disebut ibu kota mode.

Mehmet Murat Ildan seorang penulis drama asal Turki pernah mengatakan “jika anda pernah berjala-jalan di kota paris, anda akan melihat bahwa Paris akan selalu berjalan dalam ingatan anda.” Banyak hal yang tak bisa dilupakan ketika kita berjalan menyusuri tempat-tempat wisata di kota ini, salah satunya ketika saya berjalan menyusuri Place de la Concorde sebuah alun-alun berbentuk segi 8 yang merupakan alun-alun terbesar di kota Paris. Dengan luas hampir 8 hektar yang terletak di tengah kota, berbatasan dengan sungai Seine.
Di alun-alun ini kita dapat menikmati bangunan-bangunan yang dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang sangat indah. Di tengah alun-alun berdiri sebuah obelisk yaitu sebuah tugu dengan ujung seperti piramid yang berasal dari Mesir dan juga terdapat pancuran air khas Eropa jadi seperti dua budaya yang menyatu. Dari alun-alun tersebut kita bisa melihat Arc de Triomphe, alun-alun ini juga bersebelahan dengan taman Tuileries yang sangat indah.

Di arsiteki oleh Ange Jacques Gabriel alun-alun ini dibangun tahun 1754 sampai tahun 1763 dengan nama Place Louis XV karena alun-alun tersebut disediakan untuk raja Louis XV dan seiring berjalannya waktu sempat berganti nama selama beberapa dekade sampai menjadi Place de la Concorde pada tahun 1830.
Alun-alun yang terletak di Arondisemen delapan di timur Champs Elyse ini pernah dijadikan tempat hukuman pancung saat revolusi Perancis. Beberapa tokoh yang dihukum pancung itu adalah Raja Louis ke XVI, Marie Antoinette, Madam du Barry dan lain-lain.
Inilah sekelumit kisah alun-alun Place de la Concorde yang sangat menawan di pusat kota Paris yang sangat indah, sampai-sampai Edward Hopper pelukis asal Amerika pernah mengatakan Saya tidak percaya ada kota lain di bumi ini yang seindah Paris.



