Sambil Bersekolah, Siswa SMP Ini Sudah Punya Bisnis Kuliner Sendiri

1,681

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

beerita.id – Pengusaha milenial mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana dengan anak 13 tahun memiliki restoran. Tak lain dan tak bukan Jason Surya Tamin namanya. Pendiri Tang Kitchen, rumah makan aneka dimsum.

foto : beerita.id


Walaupun masih menginjak bangku SMP, Jason memberanikan diri untuk terjun dalam dunia bisnis. Tentunya dibantu oleh kedua orang tua dan kakanya yang telah berpengalaman. “Saya merasa bisnis adalah passion saya, jadi saya tidak mau setengah-setengah untuk menekuninya,” tutur Jason.


Semua bermula karena pandemi membuat keluarga Tang kumpul di rumah dan membuat makan siang. Dibantu dengan papa dan kokonya yang memang jago masak Jason memilih dimsum untuk menu siang itu.
“Karena saya ingin dimsum yang berbeda akhirnya saya memberikan fariasi tambahan cabai rawit dan telur puyuh. Jadi kulit dimsum diberi adonan ayam dan udang seperti biasanya, hanya saja tidak diisi penuh. Lalu diberi cabai rawit dan dimsum yang lain diberi telur puyuh. Baru ditutup lagi dengan adonan dan dikukus,” kata Jason menjelaskan.


Bahan-bahan yang diperlukan seperti udang yang telah dikupas dan dibersihkan, daging ayam tanpa tulang, tepung kanji, tepung sagu, garam, gula, bawang putih, daun bawang, saus tiram, kecap asin, minyak wijen, telur, wortel yang telah dihaluskan, kulit dimsum, cabai rawit, dan telur puyuh. “Saya tidak pakai msg dan pengawet, apalagi komposisinya tentu saja halal. Jadi semua kalangan dan umur dapat menikmatinya,” ucap bungsu dari dua bersaudara itu.

foto : beerita.id

- Advertisement -


Mula-mula daging udang dan ayam dihaluskan bersamaan dengan bawang putih dan daun bawang yang telah dipotong terlebih dahulu. Setelah itu bahan yang lain dicampur menjadi adonan. Kemudian ambil selembar kulit dimsum dan diberi isian, jangan lupa rapatkan pinggirannya.
Selanjutnya jangan lupa menaburkan wortel yang telah dihaluskan untuk memperindah dimsum. Lalu dikukus selama 15 sampai 20 menit hingga matang. Dan dimsum siap disantap.


“Ternyata siang itu dimsum buatan kami masih sisa banyak. Saya berinisiatif mengapa tidak dijual saja dan mama membantu promosi pada teman-temannyi. Ternyata responnya positif, banyak yang suka dan dijual sampai sekarang deh,” tambahnya.

foto : beerita.id


Diakuinya, bisnis diusia belia tidak mudah. Karena ia tetap harus menunaikan kewajiban bersekolah. Ditambah membuat dimsum, dan melayani pelanggan.


“Pernah suatu hari Jason terkena semprot pelanggan, marah-marah karena pesanan tidak datang-datang. Disitu Jason sampai menangis ketakutan karena keteledorannya. Bahkan sampai berkata tak mau melanjutkan bisnisnya karena sulit. Tapi saya terus dukung, mungkin itu hanya emosi. Dan terbukti Jason mampu melanjutkan bisnisnya hingga membuka Tang Kitchen ini, yang diambil dari marga nama keluarga kita,” kata Liliek Andriani, ibunda Jason.


Pelan-pelan namun pasti. Berawal dari promosi sang mama, hingga berjualan di media sosial, menerapkan PO, bertemu dengan berbagai macam pelanggan. Membuat Jason belajar lebih banyak lagi dan siap untuk tantangan bisnis berikutnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.