Sejarah Pemberian Nama NU

beerita.id – Sayyid Alwi Abdul Aziz Al zamatkhan adalah putra kyai besar Abdul Aziz Al zamatkhan, yang termasuk keluarga besar Sayyid Rahmat Al zamatkhan atau Sunan Ampel di Surabaya. Lahir sekitar tahun 1890-an, Sayyid Alwi Al zamatkhan juga pendiri sekolah Nahdlatul Waton.
Sayyid Alwi pernah belajar di pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, lalu melanjutkan sekolah di Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo, kemudian dilanjutkan dengan belajar di kota Mekkah. Setibanya dari pelayaran ke berbagai negara, Sayyid Alwi membuka warung di jalan Sasak , di daerah Ampel Surabaya.

Sebagaimana disebutkan dalam kisah berdirinya NU oleh Kyai As’ad Syamsul Arifin bahwa sebelum tahun 1926 Kyai Hasyim Asy’ari telah berencana membuat organisasi Jami’yah Ulama (perkumpulan ulama). Para ulama mengusulkan nama nama yang berbeda, namun Kyai Mas Alwi mengusulkan Nahdlatul Ulama (NU), lalu kiayi Hasyim bertanya kepada Sayyid Alwi, ada Nahdlatul kok tidak pake Jamiah Ulama saja? Lalu Sayyid Alwi menjawab karena tidak semua Kyai memiliki jiwa Nahdlah (bangkit). Sayyid Alwi melanjutkan , ada Kyai yang yang sekedar mengurusi pondoknya saja, tidak mau peduli terhadap Jam’iyah.
Akhirnya para Kyai menyepakati nama Nahdlatul ulama (NU) yang diusulkan Sayyid Alwi bin Abdul Aziz Al zamatkhan, Sayyid Alwi adalah peranakan Hadramaut Yaman dan masih saudara pejuang nasional KHM Mansur. Sedang Lambang NU diciptakan oleh Kyai Ridwan Abdullah. Begitulah sedikit tentang sejarah pemberian nama Nahdlatul ulama (NU) yang banyak dilupakan orang.



