Tips dan Trik Evelina Witanama Menghadapi Insecure

3,503

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

beerita.id – “Ma, aku beda ya?,” tanya Evelina . “Iyalah. Kamu harus beda. Karena kamu adalah orang hebat. Orang hebat itu, mereka tidak seperti kebanyakan orang. Orang hebat itu mereka beda,” jawab Reny Sitanayah, mamanyi. “Orang hebat itu selalu dibentuk dari hal hal yang sulit,” sambung mamanyi.

Foto : beerita.id

Obrolan belasan tahun lalu itu lah yang menjadi pelecut semangat Evelina Witanama. Wanita kelahiran Makassar ini awalnya merasa insecure. Banyak tekanan yang dia alami. “Dulu itu karena aku kurus, jadi sering dianggap lemah begitu,” ujar wanita yang kerap disapa Eve ini. “Tapi bukan kurus yang kurang gizi itu loh ya,” sambungnyi lantas tertawa.

Tak hanya itu saja. Sejak kecil, wanita berusia 22 tahun itu tinggal di Wahai. Sebuah kota kecil di Maluku. Mengikuti Wiryananda Mulasimadhi, ayahnyi. Pria yang juga akrab disapa Wiseng itu bekerja di bagian perikanan untuk kebutuhan ekspor. Juga membuka usaha wisata bagi yang ingin menengok cantiknya Raja Ampat. Tentu karena dia keturunan Tionghoa, akhirnya menjadi minoritas di sana. “Aku sering diejek sipit,” katanyi mengenang. “Tapi biasalahya sama sama anak kecilnya. Jadi kan masih belum tahu bullying. Kalau sama masyarakatnya baik kok,” ujar perempuan yang kini memiliki tinggi 165 cm itu.

Foto : beerita.id

Saat masih duduk di bangku kelas satu SD, Evelina masih sering dianggap sebelah mata. Terlebih dia dinilai sebagai sosok yang Lola atau loading lama. Mamanyi pun lebih memprioritaskan kakaknyi. Yang dinilai lebih potensial. Namun hal itu tak membuatnyi patah semangat. Justru Eve terpacu untuk lebih giat. Hari demi hari dilalui Eve hanya untuk menemui buku. Dia tak mau dianggap remeh. Dia ingin buktikan bahwa dia mampu. “Karena menurutku kekurangan itu ya diperbaiki. Kalau merasa bodoh ya belajar yang giat lah,” ujarnyi dengan logat Malukunya yang masih kental.

Akhirnya, mamanyi pun luluh. Melihat kesungguhan putrinyi ini. Porsi pembelajaran Eve ditambah. Sekaligus didampinginyi secara langsung. Eve tak menyia-nyiakan hal itu. Hingga akhirnya, dia berhasil menjadi juara satu kelas. Sejak Kelas tiga SD sampai kelas tiga SMA. Bahkan wanita cantik ini lulus dengan predikat Summa Cum Laude dari jurusan ilmu komunikasi Universitas Widya Mandala Surabaya.

Satu persatu stigma negatif tentang dirinyi dipatahkan. Termasuk mereka yang menganggap Eve lemah. “Dulu itu aku inget banget pas SMP ada pelajaran fisika. Gurunya dateng bawa botol. Terus bilang kalau botol ini hanya bisa dibuka pakai pengungkit,” cerita Eve. “Gak lama beliau nantangin ada yang bisa buka gak. Eh ternyata aku bisa dong,” sambungnyi lantas tertawa. “Itu satu kelas langsung heboh,” lanjutnyi. Tak hanya bisa membuka botol saja. Pembuktian bahwa Eve tidak lemah juga dibuktikannyi ketika menjadi MVP (Most Valuable Player) Taekwondo saat SMA.

- Advertisement -

Foto : beerita.id

Bakat Eve pun tak hanya di bidang akademik saja. Ternyata, anak kedua dari tiga bersaudara ini juga jago dalam dunia akting dan modelling. Sejak dirinyi masih TK, dia sudah aktif melakukan pementasan di gereja. Hingga akhirnya ada tugas drama saat SMP, disitulah dirinyi mulai menyadari bahwa dia tak sekadar suka dalam bermain peran. Namun telah jatuh cinta. “Aku bener bener sadar kalau itu tuh ternyata memang passion aku. Aku suka bikin script, suka mengkonsep dan juga suka memainkan peran,” katanyi dengan nada menggebu.

Akhirnya pada 2013, Evelina memutuskan pindah ke Surabaya. Tinggal bersama Lenny Sitanayah, tantenyi. Semenjak itulah Evelina Witanama semakin Menjelma menjadi Wanita cantik dengan sederet prestasi. Berbagai tawaran modelling dan aktris diterimanyi.

“awal mulanya itu saya jadi bintang iklannya Adi Husada Cancer Center. Memerankan seseorang yang kena kanker. Sampe nangis nangis begitu. Eh dari situ deh project mulai berdatangan,” katanyi.

Foto : beerita.id

Evelina pun membintangi berbagai iklan. Mulai dari iklan furniture hingga properti. Dia juya menjadi supporting actrees webseries Honda bersama Edric Tjandra. Bahkan model MC modelling school itu juga pernah menjadi pemeran utama dalam video klip Rio Febrian yang berjudul Hanya Hatiku Yang Mampu.

Di dunia modelling, kini Eve menjadi Face Icon Pakuwon Group 2020. Wajahnya terpampang di berbagai baliho promosi mal Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Center, dan Pakuwon City Mall.

Tak ingin berhenti sampai di situ, Evelina nampaknya ingin terus membagikan semangat agar tak ada lagi orang yang merasa insecure. Dia juga menjadi pembicara di berbagai kampus tentang public speaking, presentation skill, dan juga pernah menjadi pembicara di kantor pelayanan pajak Sidoarjo terkait body image and manner in public space. “Yang terpenting adalah jangan pernah membandingkan diri sendiri dan orang lain. Sudah jalani saja. Capai targetmu sendiri,” katanyi

Terbaru, Evelina baru saja memenangkan Ikatan Cinta Online Casting. Nantinya Eve akan beradu peran di sinetron yang sedang naik daun itu.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.