Vesak Festival 2019 Penuh Makna

192

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beerita.id – Y.M. Bhikkhu Dhammavijayo Mahathera resmi membuka Vesak Festival 2019 dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2563. Acara yang diselenggarakan Young Buddhist Association (YBA) itu dilangsungkan di Atrium Hall Tunjungan Plaza 6.

Foto : pixabay.com

“Berdoa agar kegiatan lancar. Selain itu, tadi adalah ucapan dasar tentang kebijaksanaan, kebenaran, kebajikan, dan kebaikan. Semua kebaikan ada di dalam diri. Sudah seharusnya manusia berbuat baik,” jelas Bhikkhu Dhammavijayo.

Ada berbagai pertunjukan seni budaya dalam festival selama lima hari tersebut. Panitia melibatkan organisasi kemahasiswaan. Termasuk unit kegiatan mahasiswa (UKM) Buddhis dari berbagai universitas di Surabaya. Agenda kegiatannya, antara lain, kirab relik Buddha dan muridnya, upacara puja Buddha khas kejawen Desa Ngadas, serta workshop kaligrafi dan meditasi. 

- Advertisement -

Foto : pixabay.com

Benda-benda yang terkait dengan Buddha menghiasi arena pameran. Yang menonjol adalah replika patung Sidharta Gautama dari bambu setinggi 5 meter Selain itu, diperlihatkan bangunan mirip gapura dan ecobrick yang berbentuk stupa dari botol bekas. Pengunjung juga bisa melihat tulisan Vesak Festival 2019 yang disusun dari alas kaleng cat bekas warna kuning.

Yang tak kalah mencuri perhatian adalah patung Buddha tidur sepanjang 6 meter di pelataran atrium. Konsep utama pameran itu ialah ramah lingkungan. Bahan bekas dan daur ulang menjadi bahan dasar karya seni. “Vesak Festival merupakan kegiatan tahunan kami. Setiap tahun kami selalu membuat konsep berbeda. Tahun ini kami bekerja sama dengan bank sampah induk Surabaya,” ungkap Meilynawaty, ketua pelaksana. 

Foto : pixabay.com

Kegiatan itu adalah Vesak Festival kali keempat sejak digelar pada 2015. Patung Buddha yang dipamerkan pernah dibuat dari bahan stryrofoam, kardus, hingga rotan. “Tahun ini dari bambu. Dibuat seniman dari Bali,” ucapnya. 

Meilynawaty menjelaskan, acara tersebut bertujuan memperkenalkan Waisak serta nilai kebaikan universal kepada masyarakat. Event itu juga memperingati Trisuci yang terdiri atas momen Pangeran Siddharta lahir, mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha, hingga parinibbana atau wafat. (bee 3) 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.